Di Tengah Duka Gempa, Wagub Ingatkan: Pemerintah Harus Hadir Memberi Ketenangan, Bukan Tekanan.
BORONG/RUTENG, klikinfopol.com. – 19 Agustus 2026, Memasuki hari kedua peninjauan pascabencana gempa bumi yang mengguncang Flores, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma turun langsung melihat kondisi riil di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Rabu (19/8). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan, sekaligus memeriksa kerusakan gedung pemerintah, tempat ibadah, dan fasilitas penting lainnya.
Kedatangan Wagub diawali di Kantor UPTD Pendapatan Daerah/Samsat Ruteng. Gedung yang baru selesai dibangun tahun 2025 itu kini mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa. Pemerintah Provinsi meminta pemeriksaan teknis dan pendataan menyeluruh segera dilakukan guna menentukan langkah perbaikan yang tepat.
Tak hanya gedung pemerintahan, di Manggarai Timur, Kantor BRI KCP Borong bahkan roboh rata dengan tanah. Wagub meminta seluruh kerusakan didokumentasikan dan dicatat secara teliti sebagai bagian dari data kerugian daerah.
Di tengah suasana duka masyarakat, Wagub Johni Asadoma memberikan arahan tegas kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Manggarai Timur: Jangan membebani masyarakat.
“Ini dalam suasana yang berduka, jangan terlalu memaksakan untuk bisa mencapai target. Kita kerja biasa saja,” ujar Wagub.
Ia melarang kegiatan penagihan door to door maupun penilangan untuk sementara waktu. Pelayanan tetap diberikan bagi warga yang datang sendiri, namun pemerintah harus hadir dengan empati, bukan menambah beban di tengah kesulitan.
“Pesan Pak Gubernur, jangan menambah beban masyarakat yang sudah cukup parah,” tegasnya.
Kunjungan dilanjutkan ke Gereja Paroki St. Gregorius Borong — salah satu gereja terbesar di daerah itu yang baru saja ditahbiskan beberapa hari sebelum gempa terjadi. Guncangan menyebabkan kerusakan pada plafon dan dinding. Wagub mengapresiasi semangat umat dan meminta semua kerusakan dicatat dengan lengkap agar pemerintah bisa merencanakan bantuan perbaikan.
“Yang paling penting sekarang adalah kita data dengan baik. Semua kerusakan harus dilaporkan, sehingga pemerintah memiliki gambaran yang jelas dan dapat menentukan langkah penanganannya,” pesannya.
Selain itu, UPTD Pengelolaan Hutan Manggarai Timur juga dipastikan mengalami kerusakan ringan dan ikut masuk dalam daftar pemulihan.
Melalui peninjauan ini, Pemerintah Provinsi kembali menegaskan penanganan pascabencana akan berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran. Keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan fasilitas menjadi prioritas utama yang dijalankan bersama pemerintah kabupaten, aparat keamanan, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Lilo Banunaek
Editor: Hiro Lukas
