“Diduga Sajikan Tempe Berjamur ke Anak PAUD, Program MBG di Malaka Tengah Disorot”

file_00000000f91471fa861f9ab66a415ed0

“Diduga Sajikan Tempe Berjamur ke Anak PAUD, Program MBG di Malaka Tengah Disorot”

Klik-infopol. com|Malaka—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Malaka Tengah kini menuai sorotan serius dari masyarakat, khususnya para orang tua murid, setelah beredar foto yang memperlihatkan kondisi lauk diduga tidak layak konsumsi.

Dalam foto yang diterima, terlihat potongan tempe goreng dengan bagian berwarna putih keabu-abuan yang diduga merupakan jamur. Makanan tersebut disebut-sebut disajikan kepada anak-anak PAUD Kasih Ibu di Bereliku.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah anak dilaporkan tidak mengonsumsi makanan yang diberikan. Hal ini memicu kekhawatiran orang tua terkait standar kebersihan dan kualitas makanan dalam program MBG yang seharusnya menjamin asupan gizi anak.

Tidak hanya di satu lokasi, keluhan serupa juga disebut terjadi di beberapa sekolah lain di wilayah Malaka Tengah. Sejumlah orang tua menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Salah satu orang tua murid, yang juga pemilik akun Facebook Andry Ndolu, menyampaikan protes keras. Ia mendesak agar pihak terkait tidak mengabaikan kualitas makanan hanya demi menjalankan program secara formalitas.

“Kalau makanan seperti ini diberikan ke anak-anak, ini bukan lagi soal program, tapi soal keselamatan. Harus segera dievaluasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejak dalam kandungan hingga lahir, anak-anak sudah mendapatkan perhatian gizi dari orang tua. Oleh karena itu, ketika program pemerintah hadir, kualitasnya harus lebih terjamin, bukan sebaliknya.

Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola MBG maupun instansi terkait atas dugaan tersebut. Diharapkan, pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan guna memastikan makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi.

Jika terbukti terjadi kelalaian, publik mendesak agar ada tindakan tegas demi melindungi kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.

—————
Penulis: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com – Suara Rakyat, Fakta & Integritas