Perjudian Dilegalkan Dan Merajalela Di Rambipuji Aparat Di Harap Tindak Tegas Pelaku Utamanya

IMG-20260417-WA0077

Jember ||Klik Infopol.Com Jangan lagi menipu rakyat! Judi capjiki bisa tumbuh subur, berjalan terang benderang malam, bukan karena sulit ditangkap, tapi karena ada yang sengaja membiarkannya! CAPJIKI BERKEMBANG BIANG KEROKNYA ADALAH APARAT YANG TUTUP MATA Polsek Rambipuji.

‎Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang pernah menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap praktik perjudian, tampaknya belum membumi di level implementasi di daerah. Sebaliknya, hukum seperti berhenti di tataran slogan.

‎Salim nama samaran mengatakan disini aman saja karena banyak hampir tiap hari polisi dan TNI keluar masuk bergantian.

‎Sari nama samaran pedagang sekitar disini ramai tiap hari mulai jam 9 malam sampai subuh.

‎Dari pantauan team media dilokasi omset bisa sekitar puluhan juta tiap harinya. Di sinyalir yang mengkondisikan imam . Ungkap .nasum

‎Konfirmasi team media kepolsek seperti dipingpong oleh petugas SPKT padahal Kapolsek ada dilokasi. Di bilang ya ada di luar ….!!!   17 -04 -26

‎Hukum Bisa Dibeli, Keadilan Bisa Disewa Masyarakat bukan orang buta.


Kita tahu persis di mana tempatnya, siapa bandarnya, dan kapan mereka main. Kalau aparat bilang tidak tahu, itu bohong besar! Kalau bilang susah ditindak, itu alasan pemalas. Kenyataannya sederhana: Ada uang yang mengalir ke kantong-kantong tertentu. Itulah sebabnya mata ditutup rapat, telinga ditutup kapas, dan tangan justru terbuka untuk menerima.

‎Ini bukan lagi soal kelalaian, ini PENIPUAN NEGARA. Seragam yang dipakai bukan untuk melindungi rakyat, tapi dijadikan payung hukum agar kejahatan berjalan lancar. Aparat yang diam saat judi merajalela, sama saja mereka adalah sekongkol dan pelindung para penjahat ekonomi.

‎Mereka Makan Dari Penderitaan Rakyat
‎Sungguh keji! Di satu sisi keluarga hancur, orang miskin makin miskin karena uang habis di meja judi, tapi di sisi lain ada oknum yang justru makan enak dari air mata rakyat. Mereka membiarkan capjiki beroperasi karena itu adalah “sapi perah” pribadi.

‎Rakyat ditipu habis-habisan. Hukum dibuat seolah adil, tapi nyatanya hanya menindas yang kecil, sementara bandar besar dan pelindungnya duduk manis tertawa. Ini adalah kegagalan total sistem keamanan!

‎Berhenti Berpura-pura Tegas!
‎Cukup dengan operasi sandiwara yang hanya menangkap pelaku kecil untuk konten media sosial. Rakyat ingin tahu: Siapa yang melindungi mereka? Siapa yang mendapat untung?

‎Selama mata aparat masih bisa ditutup dengan uang, selama itu pula capjiki tidak akan pernah mati. Dan selama itu pula, kita hidup di negara yang dijajah oleh ketamakan dan korupsi sendiri.

‎Bertindaklah atau berhentilah berpura-pura menjadi penegak hukum! Karena selama judi ini masih berdiri, itu adalah bukti nyata bahwa anda semua gagal dan bersekongkol dengan kejahatan!

Red/