Pertemuan Hangat Iwan Fals dengan Gubernur Melki Laka Lena, Bahas Potensi Daerah dan Harapan Bagi Generasi Muda NTT.

IMG_20260608_102519_330

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menerima kunjungan silaturahmi dari musisi legendaris Virgiawan Listanto atau yang terkenal dengan nama panggung Iwan Fals bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (7/6/2026) malam.

Untuk diketahui, sebelumnya Iwan Fals telah menggelar konser di Stadion Oepoi Kupang pada Sabtu (6/6) malam serta di Timor Leste pada akhir bulan Mei 2026 lalu. Konser bertajuk ‘Pentas Memori Hardrock D’Legend Concert’ itu tentu menjadi obat kerinduan para penggemar dari musisi legendaris tersebut.

Setibanya di lobi rumah jabatan, kedatangan rombongan Iwan Fals bersama istri dan anak serta personil band lainnya disambut sangat antusias oleh Gubernur NTT.

Momentum pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban serta rasa persaudaraan. Selain dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTT, hadir pula Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, unsur Forkopimda NTT, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, beberapa Anggota DPRD Provinsi NTT dan seniman lokal dalam pertemuan tersebut.

Suasana semakin hangat dan cair ketika Gubernur Melki Laka Lena dan Iwan Fals mengawali perbincangan dengan mengenang almarhum Franky Sahilatua, seorang musisi legendaris Indonesia yang juga disebut memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup serta cara pandang keduanya terhadap seni, budaya, dan kehidupan sosial. Keduanya bahkan sempat bernyanyi bersama mengenang musisi yang dikenal melalui karya-karya inspiratif bertemakan kemanusiaan, kehidupan sosia, bermasyarakat dan kebangsaan.

Gubernur Melki Laka Lena mengatakan kedekatannya dengan Iwan Fals berawal dari persahabatannya dengan Franky Sahilatua sejak awal tahun 2000-an. Dari sosok almarhum Franky, ia belajar bahwa seni musik dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang dan cara berpikir seseorang.

“Sebelum mengenal bang Iwan, saya lebih dulu mengenal almarhum Franky Sahilatua. Melalui almarhum Franky makanya saya bisa kenal dengan bang Iwan. Didikan langsung dari almarhum Franky Sahilatua kepada saya, mengajarkan saya bahwa seorang pemimpin atau politisi harus mengerti dan paham budaya dan seni, karena musisi dan budayawan sering kali memberi pengaruh besar tanpa harus terjun ke dalam dunia politik,” kata Gubernur Melki Laka Lena.

Gubernur NTT dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Iwan Fals terhadap perkembangan musik Indonesia selama puluhan tahun. Menurutnya, karya-karya Iwan Fals tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pesan sosial yang inspiratif. “Kehadiran bang Iwan Fals di NTT merupakan kebanggaan bagi masyarakat kami,” ujar Gubernur NTT.

Ia juga menyebut lagu-lagu ciptaan Iwan Fals yang terkenal selalu menyuarakan pesan kritis, sosial dan empati untuk pembangunan di Indonesia harus dijadikan cambuk bagi para pemangku kepentingan untuk mengabdi lebih baik lagi.

“Dan sepanjang kita hidup, lagu-lagu bang Iwan telah mewarnai kehidupan kita. Lagu Bento, Bongkar, Surat Buat Wakil Rakyat, itu sedikit dari sekian lagu yang mewakili kondisi masyarakat di Indonesia. Dan lagu-lagu tersebut universal, kita tidak perlu tersindir, toh melalui lagu-lagu tersebut seharusnya menggugah hati kita untuk lebih baik lagi dalam berkarya dalam segala bidang mengurus negeri ini. Sekali lagi semoga kedatangan bang Iwan di NTT ini terus memberikan kita inspirasi dan kekuatan untuk urus NTT lebih baik lagi,” jelas Gubernur Melki.

Sementara itu, Iwan Fals mengaku senang dapat berkunjung ke NTT dan merasakan langsung keramahan masyarakat setempat. Ia juga mengapresiasi kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki daerah tersebut yang menurutnya harus dijaga, dilestarikan dan dioptimalkan pengelolannya agar dapat menjadi magnet bagi wisatawan luar.

“Saya selalu menikmati kesempatan untuk bertemu masyarakat di berbagai daerah. Saya juga bangga bisa ada di NTT. NTT memiliki energi dan budaya yang luar biasa. Ketika kita setia sama semesta dan menjaga alam, maka tentu alam juga akan setia menjaga kita. Kemarin saya juga sempat ke Tablolong, air terjun Oenesu. Itu tempat-tempat yang sangat bagus jika ditata lebih baik lagi, karena alam NTT punya potensi yang luar biasa,” kata Iwan Fals.

Selain di Timor, Iwan Fals juga menyinggung potensi wisata bahari di Flores, Alor hingga Sumba yang menurutnya menjadi kekuatan identitas daerah dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.

“Luar biasa lautnya, pantainya, alamnya, budayanya juga kuat. Itu harus terus dijaga karena itu menjadi kekuatan NTT,” pesan Iwan.

Ia juga berharap kehadirannya di NTT selalu bisa menjadi inspirasi bagi semua kalangan untuk terus berkarya dan bekerja khususnya bagi kesejahteraan masyarakat banyak. Secara khusus ia mengapresiasi bakat-bakat musisi muda dari NTT yang dinilainya punya potensi yang harus terus dikembangkan untuk bisa melahirkan karya-karya hebat.

“Semoga kehadiran saya di NTT juga bisa memberi inspirasi bagi teman-teman di pemerintahan, aparat-aparat negara untuk dapat terus bekerja lebih ‘tajam’ lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena kita tahu, tanpa kesenian, tanpa musik, kita malah akan bekerja kaku seperti ‘robot’. Dan di NTT juga rupanya banyak sekali penyanyi-penyanyi berbakat. Mudah-mudahan ke depan banyak lahir musisi-musisi hebat dari NTT yang menginspirasi,” jelas Iwan Fals.

Melalui kunjungan Iwan Fals ke NTT diharapkan membawa pesan positif yang menjadi motivasi dan semangat bagi Pemerintah Provinsi NTT dan jajaran untuk dapat terus bekerja lebih baik lagi dalam memajukan daerah, terus menjaga dan melestarikan alam, serta memberi pesan inspiratif bagi generasi muda NTT untuk terus berkarya.

Penulis : Alexander L. Raditia
Foto – Video : Nuel Here Wele – Ady Hau