Wajah Penuh Lebam, Bocah Alvino Purba Diduga Jadi Korban Kekerasan: Bibi Pengasuh Diamankan Polisi
Wajah Penuh Lebam, Bocah Alvino Purba Diduga Jadi Korban Kekerasan: Bibi Pengasuh Diamankan Polisi
DAIRI, Klik-infopol.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mengguncang perhatian publik. Kali ini, seorang bocah sekolah dasar bernama Alvino Purba menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan kondisi wajahnya penuh lebam dan luka beredar luas di media sosial.
Alvino ditemukan warga di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional (Gednas) Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Kondisi fisik Alvino dalam video tersebut sontak memicu keprihatinan. Wajahnya terlihat mengalami sejumlah luka dan lebam. Dalam rekaman yang beredar, Alvino juga mengungkapkan kisah memilukan mengenai kehidupan yang dijalaninya selama berada di tempat ia dititipkan.
Dengan suara pilu, bocah tersebut mengaku sering mengalami perlakuan kasar.
Kisah Alvino semakin menyayat hati ketika ia menceritakan kondisi keluarganya. Ia menyebut ayahnya, Satria Purba, sedang menjalani hukuman penjara dalam perkara narkoba. Sementara keberadaan ibunya disebut tidak diketahui setelah pergi meninggalkan mereka.
Di tengah kondisi keluarga yang penuh keterbatasan tersebut, Alvino bersama adiknya yang masih berusia 6 tahun kemudian berada dalam pengasuhan pihak lain.
Namun, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi kedua anak itu justru diduga menjadi lokasi terjadinya kekerasan.
Video Viral, Polisi Bergerak
Beredarnya video tersebut mendapat perhatian serius aparat kepolisian.
Polres Dairi bersama pihak terkait di bidang perlindungan perempuan dan anak kemudian bergerak melakukan penyelidikan untuk memastikan kondisi kedua anak tersebut sekaligus mengungkap dugaan kekerasan yang terjadi.
Petugas kemudian mengevakuasi Alvino bersama adiknya ke RSUD Sidikalang.
Keduanya mendapatkan penanganan medis untuk memeriksa kondisi luka dan lebam yang ditemukan pada tubuh mereka. Langkah tersebut dilakukan sekaligus untuk memastikan kondisi kesehatan kedua anak serta mendokumentasikan hasil pemeriksaan medis yang nantinya dapat menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan pidana, tetapi juga menyentuh persoalan serius mengenai perlindungan anak.
Sebab, anak-anak yang kehilangan perlindungan orang tua seharusnya mendapatkan pengasuhan, keamanan, pendidikan, dan perhatian yang layak—bukan justru menjadi korban dugaan kekerasan.
Bibi atau Pengasuh Diamankan
Dalam proses pendalaman awal, polisi telah mengamankan seorang perempuan berinisial RS (52).
RS disebut merupakan bibi sekaligus pengasuh tempat kedua anak tersebut dititipkan.
Terduga kemudian dibawa ke Sat Reskrim Polres Dairi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami secara menyeluruh bagaimana dugaan kekerasan tersebut terjadi, siapa saja yang mengetahui kondisi kedua anak, serta apa motif di balik dugaan tindakan tersebut.
Status hukum RS dan seluruh dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini masih harus merujuk pada hasil penyelidikan dan proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.
Anak Bukan Tempat Melampiaskan Kekerasan
Kasus Alvino menjadi pengingat bahwa anak dalam kondisi rentan membutuhkan perlindungan berlapis dari lingkungan sekitarnya.
Ketika seorang anak tidak lagi berada dalam pengawasan langsung orang tua, orang dewasa yang menerima tanggung jawab pengasuhan semestinya menjadi pihak yang memberikan rasa aman.
Karena itu, dugaan kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap sebagai persoalan keluarga semata.
Jika benar terjadi kekerasan, maka persoalan tersebut merupakan perkara serius yang harus ditangani sesuai ketentuan hukum dan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Publik kini menunggu perkembangan penyelidikan Polres Dairi serta hasil pemeriksaan medis terhadap Alvino dan adiknya.
Yang paling penting, kedua anak tersebut harus mendapatkan perlindungan, pemulihan, pendampingan psikologis, serta jaminan keamanan agar mereka tidak kembali mengalami perlakuan yang dapat membahayakan keselamatan dan masa depan mereka.
Kasus ini juga menjadi ujian bagi semua pihak: jangan sampai anak-anak yang sudah kehilangan tempat bergantung justru kehilangan rasa aman di tempat yang seharusnya menjadi rumah.
Klik-infopol.com — Tajam Mengungkap, Berimbang Memberitakan.
