Wagub Johni Tinjau Bendungan Raknamo: Antisipasi Ketersediaan Air & Buka Potensi Wisata Baru.

IMG_20261009_171831_975

KABUPATEN KUPANG, klikinfopol.com. 9 Oktober 2026 – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meninjau langsung kondisi Bendungan Raknamo pada Jumat (9/10/2026). Kunjungan ini bukan hanya untuk memastikan pasokan air bagi masyarakat dan pertanian, tetapi juga menggagas pengembangan kawasan bendungan menjadi destinasi wisata yang membawa berkah ekonomi warga sekitar.

Musim kemarau berkepanjangan membuat volume air di Bendungan Raknamo menurun. Dari kapasitas sekitar 14 juta meter kubik, saat ini tersisa sekitar 5 juta meter kubik. Wagub langsung meminta jajaran teknis menyusun strategi agar kebutuhan air masyarakat dan pertanian tetap terjaga.

“Perkiraan dari BMKG kalau kemarau akan panjang, apa antisipasi?” – tanya Wagub Johni.

Wagub menekankan pentingnya pengaturan distribusi air yang cermat serta penyesuaian pola tanam petani agar tetap berkelanjutan di tengah perubahan cuaca.

Setelah memastikan fungsi utamanya terjaga, Wagub Johni punya gagasan segar: mengembangkan kawasan Raknamo menjadi destinasi wisata berbasis alam yang memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.

“Kenapa tidak dibuat wisata air? Kalau kita bicarakan untuk investasi wisata air, bisa atau tidak?”

Gagasannya mencakup:

– Wisata air seperti jetski dan perahu

– Tempat pemancingan yang aman dan terorganisir

– Pengembangan perikanan

– Kawasan pembibitan tanaman & perlindungan rusa

– Arena berkemah

Namun Wagub menegaskan: fungsi utama bendungan tetap diutamakan. Pengelolaan wisata harus profesional dan tertib, sehingga kebutuhan air masyarakat tidak terganggu, sekaligus memberikan pendapatan baru.

“Bendungan air memang disiapkan untuk masyarakat, tetapi kalau pariwisata yang tersedia fasilitasnya harus dibayar.”

Pemprov NTT berharap koordinasi bersama BBWS Nusa Tenggara II, Pemkab Kupang, dan pemangku kepentingan dapat memperkuat pengelolaan Bendungan Raknamo secara berkelanjutan – tempat air terjaga, pertanian maju, dan ekonomi masyarakat tumbuh bersama.(*)

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Bob Djehatu

Foto: Beni Triyono- Windy Leba

Editor: Hiro Lukas