Wagub Johni Dengar Langsung Keluhan Warga Alor Timur, Janji Tindaklanjuti Infrastruktur, BBM, Pendidikan dan Layanan Imigrasi.

IMG_20261030_081411_376

Maritaing – Alor Timur, klikinfopol.com. 29 Oktober 2026 – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menempuh perjalanan darat selama tiga jam dari Kalabahi menuju Alor Timur, wilayah perbatasan yang berbatasan dengan Timor Leste, untuk menggelar dialog interaktif bersama masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendasar mulai dari jalan rusak, keterbatasan air bersih dan listrik, harga BBM yang mahal, kekurangan tenaga pendidik, hingga kesulitan mengakses layanan perbankan dan dokumen perjalanan lintas batas.

Pertemuan yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Camat Alor Timur dihadiri oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT Saroha Manullang, unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat dan perwakilan PGRI Kecamatan Alor Timur. Wagub Johni menegaskan bahwa pemerintah harus hadir mendengar dan menindaklanjuti aspirasi warga di wilayah terluar dan perbatasan sesuai kewenangan masing‑masing instansi.

Tokoh masyarakat Kelurahan Kolana Utara, Roky Makonimau, mengemukakan sejumlah hambatan utama: ruas jalan antardesa yang rusak parah, keterbatasan air bersih, akses listrik yang belum merata, serta kesulitan masyarakat yang memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Distrik Liquica, Timor Leste untuk mengurus dokumen perjalanan resmi. Keterbatasan layanan tersebut membuat sebagian warga terpaksa menggunakan jalur lintas batas yang tidak resmi.

Sementara itu, warga Desa Maritaing Alexsius Mautuka menyoroti belum tersedianya ATM Bank NTT serta harga BBM yang mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter, yang sangat memberatkan para nelayan. Perwakilan PGRI Zet Soney mengangkat persoalan distribusi tenaga pendidik: sejumlah guru honorer yang telah lulus PPPK justru dimutasi ke wilayah lain, sehingga kekurangan guru di sekolah‑sekolah Alor Timur semakin terasa.

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menjawab aspirasi tersebut dengan menyatakan penanganan jalan akan diakomodir dalam anggaran tahun 2027, sekaligus berkomitmen mengatur distribusi tenaga pendidik secara proporsional. Ia juga menyambut baik kehadiran Beranda Imigrasi Alor yang mempermudah warga mengurus paspor tanpa keluar pulau.

Kepala Kantor Wilayah Imigrasi NTT Saroha Manullang menawarkan layanan jemput bola pembuatan paspor ke Alor Timur setiap satu hingga dua minggu sekali sesuai kebutuhan warga. Ia juga menekankan pentingnya program PIMPASA untuk mendekatkan petugas imigrasi ke desa‑desa, memberikan edukasi prosedur perjalanan luar negeri dan mencegah bahaya tindak pidana perdagangan orang.

Wagub Johni berjanji mengoordinasikan sejumlah solusi lintas instansi: berkomunikasi dengan Pertamina terkait harga BBM, Direktur Bank NTT terkait penyediaan ATM, PLN dan Pemkab Alor untuk memperluas akses listrik, serta instansi terkait guna menyelesaikan persoalan air bersih, jalan dan pendidikan.

Usai dialog, rombongan meninjau Pos Imigrasi Maritaing dan Monumen Jenderal Besar Soedirman di pesisir Maritaing, lalu mengoordinasikan pengawasan perlintasan laut Alor Timur‑Liquica guna menekan jalur lintas batas tidak resmi tanpa menghambat kebutuhan sosial dan kekeluargaan warga. Camat Alor Timur Semy Kartunggu berharap kunjungan ini menjadi titik awal penyelesaian persoalan warga, sekaligus meminta sosialisasi memadai untuk program pembangunan berskala besar.

Kehadiran pemerintah provinsi, kabupaten dan jajaran imigrasi di Alor Timur bertujuan memperkuat pelayanan publik, pengawasan perbatasan, serta membangun fondasi pengembangan pariwisata dan ekonomi wilayah perbatasan.(*)

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis: Alexander L. Raditia

Foto: Beni Triyono

Editor: Hiro Lukas