Dialog Bersama Jemaat GMIT Kabola, Wagub Johni Serap Aspirasi Air Pertanian dan Listrik Masyarakat Alor.
Alor, klikinfopol.com. 30 Oktober 2026 – Menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Alor, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menggelar dialog langsung bersama jemaat Mail’Eheng Mali GMIT Klasis Teluk Kabola. Pertemuan yang berlangsung di halaman Gedung Kebaktian GMIT menjadi ruang warga menyampaikan kebutuhan mendasar mulai dari akses air untuk pertanian, kelistrikan, hingga isu lingkungan dan pendidikan generasi muda.
Wagub Johni didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Anggota DPRD Provinsi NTT Soleman Bonefacius Gorang Mau, Camat Kabola, Lurah Kabola dan Pendeta Febriani Balo. Para jemaat menyambut kunjungan tersebut dengan antusias, menyebut pertemuan tatap muka ini sebagai kesempatan berharga untuk menyampaikan kondisi lapangan langsung kepada pimpinan daerah.
Perwakilan jemaat sekaligus warga Kelurahan Kabola, Jemris, menyampaikan keluhan utama warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian: keterbatasan pasokan air yang membuat pengelolaan lahan tidak optimal. Ia memohon dukungan pembangunan sumur bor agar masyarakat dapat mengembangkan usaha pertanian secara maksimal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wagub Johni meminta warga menyiapkan proposal resmi untuk diajukan ke Pemerintah Provinsi NTT. Ia berjanji mengecek ketersediaan anggaran hibah dan mengakomodasi permintaan tersebut sesuai skala prioritas serta ketentuan yang berlaku. Terkait akses listrik, ia akan berkoordinasi dengan Pemkab Alor untuk mendata titik‑titik wilayah yang masih belum terlayani.
Di tengah musim kemarau dan ancaman El Niño, Wagub Johni mengingatkan warga Alor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan sampah secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area rawan kebakaran.
Kelestarian lingkungan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab melindungi alam untuk generasi penerus, tetapi juga modal utama pengembangan pariwisata Alor. “Alam Alor harus kita jaga bersama. Jangan sampai karena kelalaian kita, terjadi kebakaran yang merusak lingkungan. Kita ingin alam ini tetap lestari agar bisa dinikmati anak cucu kita, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Alor,” pesannya.
Terkait pendidikan, Wagub Johni menekankan peran krusial orang tua dalam mendampingi proses belajar anak dan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Pesan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang membutuhkan dukungan keluarga, sekolah dan seluruh elemen masyarakat.
Wagub Johni juga membahas keseimbangan antara pelestarian kearifan lokal dan hidup sehat. Ia menegaskan tradisi mengunyah sirih pinang perlu dihargai, namun warga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sisa kunyahan secara sembarangan. Ia juga mengimbau kaum bapak mengurangi kebiasaan merokok demi melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga.
Dialog ini menutup rangkaian kunjungan kerja Wagub Johni di Alor sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan kebutuhan dasar, menjaga lingkungan, serta membangun generasi muda Alor yang berkualitas.(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Alexander L. Raditia
Foto: Beni Triyono – Ringling
Editor: Hiro Lukas
