NTT Siap Jadi Percontohan: Gubernur Melki di Forum Kesehatan Nasional: Ubah Pola, Skrining Bukan Titik Akhir, Pastikan Setiap Orang Mendapat Tindak Lanjut.

IMG_20260915_194036_440

KUPANG, kliklinfopol.com. 15 September 2026 – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pesan mendasar di panggung nasional: kemitraan kesehatan tidak boleh berhenti di sekadar menjalankan program. Keberhasilan sejati adalah ketika warga benar-benar menerima layanan yang mereka butuhkan, di mana pun mereka tinggal.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur sebagai Voice of Beneficiary dalam sesi High-Level Dialogue pada Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 Tahun 2026, yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Gubernur mengangkat data nyata dari NTT yang menjadi cermin tantangan sesungguhnya:

–  1,75 juta warga telah diskrining melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

–  1,09 juta di antaranya teridentifikasi membutuhkan penanganan lanjutan

–  Hanya 34 ribu orang (3,14%) yang telah mendapatkan tata laksana.

“Pada titik inilah pola kemitraan perlu berubah. Skrining harus menjadi pintu masuk, bukan titik akhir,” tegas Gubernur Melki.

Ia menegaskan: dibutuhkan alur layanan yang utuh, mulai dari pembiayaan diagnosis, ketersediaan obat, transportasi rujukan, hingga pemantauan berkala. Setiap tahap harus ada yang bertanggung jawab.

Bagi NTT yang terdiri dari ribuan pulau, ukuran keberhasilan tidak rumit:

“Apakah masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan di mana pun mereka tinggal? Prioritas nasional menetapkan arah, tetapi kondisi daerah menentukan bagaimana layanan menjangkau mereka.”

Gubernur menekankan: dengarkan kebutuhan daerah sebelum menyusun program. Selaraskan dukungan mitra dengan rencana pemerintah. Dan berbagi tanggung jawab atas hasil akhir, bukan sekadar kegiatan masing-masing.

NTT telah membuktikan keselarasan kebijakan membuahkan hasil. Program Integrasi Layanan Primer (ILP) kini berjalan di 441 dari 446 Puskesmas (98,88%) di seluruh provinsi. Namun pencapaian ini bukan alasan berpuas diri, tantangan berikutnya adalah memastikan manfaatnya sampai ke tingkat rumah tangga.

Gubernur menegaskan kesiapan NTT untuk menguji model pelayanan terpadu bersama pemerintah pusat dan mitra pembangunan, memanfaatkan jaringan Puskesmas dan desa yang sudah kuat.

“Transformasi kesehatan tidak dinilai dari berapa banyak program berjalan atau berapa besar anggaran tersalurkan. Keberhasilan diukur dari berapa banyak orang yang setelah diketahui butuh pertolongan, benar-benar menerimanya.”

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Charles Gunawan

Editor: Hiro Lukas