Koperasi Harus Naik Kelas: Gubernur Melki Tekankan Tak Hanya Simpan Pinjam, Tapi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat.

Screenshot_20260814-061308~2

KUPANG – Peringatan Hari Koperasi ke-79 bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik bagi gerakan koperasi di NTT untuk bertransformasi. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan hal itu saat menutup secara resmi rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang di Kompleks KSP Kopdit Solidaritas, Kamis (13/8/2026).

“Kita tak boleh lagi melihat koperasi hanya sebagai tempat simpan pinjam. Koperasi harus hadir nyata dalam kehidupan ekonomi masyarakat, harus naik kelas!” tegas Gubernur Melki dengan tegas.

Menurutnya, koperasi harus berperan lebih luas: menjadi pengumpul hasil produksi warga, penguat UMKM, jembatan petani ke pasar, penyedia pembiayaan, hingga pencipta lapangan kerja. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, koperasi adalah pilar utama ekonomi kerakyatan.

Ketua Dekopinwil NTT Paulus Tadung melaporkan, rangkaian kegiatan telah diisi gerak jalan sehat, kunjungan kasih ke panti asuhan, hingga pelatihan peningkatan kapasitas. Gerakan ini selaras dengan semangat “Satu Koperasi, Satu Produk Unggulan” yang mendukung program OVOP Pemprov NTT.

Gubernur mengajak seluruh insan koperasi memanfaatkan kekayaan potensi NTT—mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kerajinan—dikelola secara terorganisir agar bernilai tambah tinggi. “Pemerintah siap mendukung sepenuhnya, asalkan koperasi bergerak produktif, inovatif, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi anggotanya,” ujarnya.

Diharapkan, momen ini melahirkan koperasi yang kuat, mandiri, dan menjadi sokoguru perekonomian NTT yang sejati.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Charles Gunawan

Foto: Hosea Huru

Editor: Hiro Lukas