Komisi IX DPR RI Sambangi Labuan Bajo, Wagub Johni Paparkan Realitas Ketenagakerjaan dan Kesehatan NTT.
Manggarai Barat, 23 Juli 2026 – Tujuh anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang diketuai langsung oleh Felly Estelita Runtuwene resmi memulai kunjungan kerja reses selama dua hari di Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (23/7). Rombongan disambut hangat oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi di Bandara Komodo, sebelum kemudian membahas berbagai isu strategis di Kantor Bupati Manggarai Barat.
Pertemuan ini menghadirkan jajaran pemangku kepentingan mulai dari perangkat daerah provinsi dan kabupaten, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BKKBN, Balai Besar POM, BP3MI, perwakilan pengusaha hingga serikat pekerja.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan gambaran jujur mengenai kondisi pembangunan di NTT, sekaligus memohon dukungan pemerintah pusat.
“Ketenagakerjaan kita masih sangat didominasi sektor informal, mencapai 75,28 persen di awal tahun 2026. Sebagian besar masyarakat kita adalah pekerja rentan: petani, nelayan, dan pelaku UMKM pariwisata yang sangat membutuhkan perlindungan jaminan sosial. Dukungan pusat sangat kami harapkan agar manfaat program bisa menjangkau seluruh pelosok wilayah kepulauan,” ujar Johni.
Ia juga menyoroti kesenjangan layanan kesehatan. Masih terbatasnya tenaga medis spesialis, alat kesehatan, dan ketersediaan obat di daerah terpencil memaksa warga menempuh perjalanan jauh ke Kupang dengan biaya yang tidak sedikit. Wakil Gubernur pun mengusulkan kunjungan lanjutan ke Sabu Raijua untuk melihat langsung tantangan stunting, serta memohon dukungan pembangunan balai hiperbarik di Labuan Bajo.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menegaskan kehadirannya untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Kami datang untuk mendengar capaian, kendala, dan kebutuhan nyata masyarakat. Segala masukan ini akan kami bahas bersama kementerian terkait agar kebijakan dan anggaran yang disalurkan semakin tepat sasaran: meningkatkan layanan kesehatan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat NTT,” tegas Felly.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penyerahan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja kepada ahli waris, serta pelatihan pengemasan makanan sebagai wujud pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat. Kunjungan kerja ini akan berlanjut hingga Jumat (24/7) untuk memantau langsung pelaksanaan program di lapangan.
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Agustin Luju
Foto/Video: Riky Nengga
Editor : Hiro Lukas
