Kawal Langsung Penanganan Bencana, Gubernur Melki Berkantor Sementara di Flores Hingga 11 September.

IMG_20260907_194148_906

KUPANG, klikinfopol.com. – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memilih untuk berkantor sementara di Pulau Flores guna mengawal langsung penanganan dampak gempa bumi yang masih berlangsung hingga masa tanggap darurat berakhir 12 September 2026. Keputusan ini diambil untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran menyentuh kebutuhan masyarakat.

Gubernur Melki tiba di Bandar Udara Frans Seda, Maumere, Senin (7/9/2026) sore. Mulai hari ini hingga Jumat, 11 September 2026, ia akan melakukan rangkaian kunjungan dan koordinasi ke seluruh wilayah terdampak, mulai dari Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, hingga Manggarai Barat.

Selama berada di Flores, Gubernur Melki akan memimpin proses konsolidasi dan sinkronisasi data kerusakan antar Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten terdampak. Langkah ini krusial untuk memastikan kesamaan data di seluruh sektor, sehingga menjadi dasar kebijakan yang akurat, terukur, dan tepat sasaran.

Berbagai perangkat daerah terkait terlibat dalam proses ini: Dinas PUPR, Bapperida, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pendapatan dan Aset Daerah, serta Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT. Data yang disinkronkan mencakup kerusakan infrastruktur, permukiman, pertanian, kelautan, hingga aset daerah.

“Data yang terverifikasi dan tersinkronisasi menjadi fondasi penting untuk memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara tepat sasaran dan terukur,” tegas Gubernur Melki.

Gubernur juga dijadwalkan menggelar rapat bersama para Bupati dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, serta mengunjungi posko-posko tanggap darurat dan lokasi terdampak. Di samping itu, koordinasi dengan Pemerintah Pusat terus diperkuat untuk mempercepat penanganan rumah warga yang rusak serta kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pemprov NTT menegaskan komitmen untuk mengawal seluruh tahapan, tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi hingga tahap pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi selesai sepenuhnya. Berkantor sementara di Flores diharapkan mempercepat pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan di lapangan secara terpadu.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Foto: Oan Wutun

Editor: Hiro Lukas