Alor Catat Sejarah Nasional: Beranda Imigrasi Pertama Indonesia Diresmikan Sebelum Peluncuran Serentak 255 Unit.
Kalabahi – Alor, klikinfopol.com. 28 Oktober 2026 – Kabupaten Alor mencatat sejarah baru dalam layanan keimigrasian nasional. Beranda Pelayanan Keimigrasian Alor secara resmi diresmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, di Jalan Singosari, Kalabahi, Rabu (28/10/2026). Menariknya, fasilitas ini menjadi unit layanan pertama yang diluncurkan, mendahului peresmian nasional 255 Beranda Imigrasi di seluruh Indonesia yang dipimpin secara daring dari Batam.
“Alor menjadi yang pertama mendahului peresmian nasional. Mengapa Alor? Karena matahari terbit dari Timur,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, disambut tepuk tangan hangat oleh ratusan tamu undangan yang hadir.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke ruang pelayanan Beranda Imigrasi Alor. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, jajaran Forkopimda Kabupaten Alor, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, serta pimpinan BUMN dan BUMD setempat.
Bagi masyarakat NTT yang terdiri dari ribuan pulau, akses layanan publik selama ini sering terhambat oleh jarak antarpulau, keterbatasan transportasi, serta biaya perjalanan yang tinggi. Kehadiran Beranda Imigrasi Alor hadir sebagai solusi nyata untuk memangkas hambatan tersebut.
“Sebagai provinsi kepulauan, NTT menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kehadiran Beranda Imigrasi Alor merupakan langkah strategis untuk memangkas jarak, menghemat waktu dan biaya, serta menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Wagub Johni.
Fasilitas ini bukan satu‑satunya yang dikembangkan di NTT. Dalam waktu dekat, tiga Beranda Imigrasi lain akan menyusul di Flores Timur, Ngada, dan Sumba Timur, guna menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan lainnya.
Kabupaten Alor memiliki posisi strategis di dekat Selat Ombai, menjadikannya pintu gerbang penting sekaligus titik pengawasan perbatasan negara. Wagub Johni menegaskan bahwa kemudahan mengurus dokumen perjalanan harus berjalan seiring dengan pengawasan lalu lintas orang yang profesional, serta perlindungan masyarakat dari ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kita ingin masyarakat memperoleh kemudahan mengurus dokumen keimigrasian, tetapi pada saat yang sama juga terlindungi dari berbagai risiko, termasuk tindak pidana perdagangan orang,” tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat paling bawah, pihak Imigrasi juga menyiapkan program PIMPASA, yakni Petugas Imigrasi Pembina Desa. Program ini akan menempatkan petugas sebagai penghubung langsung warga desa, memberikan panduan prosedur keberangkatan ke luar negeri serta peringatan bahaya TPPO – persoalan yang perlu diwaspadai mengingat tradisi merantau masyarakat NTT yang kuat.
Selain layanan keimigrasian, Wagub Johni juga mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Alor sebagai mesin utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Kekayaan bawah laut, keragaman budaya, dan keramahan warga menjadi modal besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha menjaga kejujuran penetapan harga suvenir dan layanan, serta menjaga kelestarian alam. “Keramahan masyarakat adalah kekuatan kita. Kalau wisatawan datang, mereka harus merasa nyaman dan dihargai,” ujarnya.
Seluruh upaya ini sejalan dengan Dasa Cita Kesepuluh NTT, yaitu membangun daerah melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, aparat keamanan, tokoh adat, dunia usaha, dan masyarakat. Beranda Imigrasi Alor juga diharapkan menjadi daya tarik investasi baru, menandakan Alor sebagai daerah yang terbuka terhadap mobilitas internasional.
“Kehadiran imigrasi bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pertanda bahwa Kabupaten Alor adalah kabupaten internasional. Kami berharap ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Alor,” tutup Saroha Manullang.(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Penulis: Alexander L. Raditia
Foto:Beni Triyono
Editor: Hiro Lukas
