Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, dan Pokja Bunda Literasi Provinsi NTT, Gubernur Melki Tekankan Sinergi dan Kolaborasi

Screenshot_20260425-152946

Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, dan Pokja Bunda Literasi Provinsi NTT, Gubernur Melki Tekankan Sinergi dan Kolaborasi

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena hadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, dan Pokja Bunda Literasi Provinsi NTT Masa Bhakti 2026-2030 bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (25/4/2026) pagi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua TP. PKK, Astiningsih Laka Lena, Staf Ahli TP. PKK, Vera Asadoma, Rektor Undana, Jefri Bale, Plh. Sekda Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, Kepala BKKBN Provinsi NTT, Faizal Fahmi serta Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT.

Gubernur Melki dalam sambutannya menyampaikan pelantikan dan pengukuhan yang dilaksanakan hari ini bukan sekedar seremonial biasa melainkan panggilan berupa amanah dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat dan mendukung pembangunan di Provinsi NTT.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan yang melekat pada pribadi, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat dalam pembangunan di Bumi Flobamorata ini. Amanah yang saudara-saudari emban bukanlah tugas yang ringan, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat dengan hati, dedikasi, dan tanggung jawab yang tinggi,” ucap Gubernur Melki.

Ia menyebutkan peran TP. PKK, TP. Posyandu, Pokja Bunda PAUD, Pokja Bunda Literasi sangat strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di NTT.

“Dari keluarga yang sehat, anak-anak mendapatkan pendidikan usia dini yang baik, hingga budaya literasi yang tumbuh kuat, semua berawal dari kerja nyata dan kolaborasi kita bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul di NTT,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gubernur Melki menegaskan bahwa TK. PKK, TP. Posyandu, Pokja Bunda PAUD dan Pokja Bunda Literasi merupakan mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Provinsi NTT dengan masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Secara lebih spesifik Gubernur Melki berpesan kepada pengurus TP. PKK agar peran dan fungsinya menjadi fondasi dalam pembangunan daerah terutama dalam menyentuh aspek kehidupan masyarakat.

“Peran TP PKK sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah, terutama melalui implementasi 10 Program Pokok PKK yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat pada bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, dan lingkungan,” katanya.

Untuk Tim Pembina Posyandu, Gubernur Melki berharap agar menjadi garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta pencegahan berbagai masalah kesehatan ibu dan anak, termasuk penanganan stunting di wilayah NTT.

“TP. Posyandu merupakan garda terdepan bagi pemantauan dan pencegahan berbagai masalah kesehatan terkait ibu dan anak. Saya berharap TP. Posyandu mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, kuat, dan produktif sebagaimana termuat dalam Dasa Cita ke-5 yaitu Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting,” ucapnya.

Selanjutnya Gubernur Melki berpesan agar Pokja Bunda PAUD dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak dini sebagai fondasi utama membentuk generasi yang cerdas, sehat dan berkarakter.

“Masa usia dini merupakan periode emas dalam perkembangan anak, sehingga perlu perhatian serius dalam penyediaan layanan pendidikan yang tepat dan berkelanjutan. Pokja Bunda PAUD diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak dini, sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter di masa depan,” jelasnya.

Menutup sambutannya Gubernur Melki menyoroti berbagai masalah yang timbul di era tranformasi digital, dampak negatif penggunaan sosial media bagi pertumbuhan anak-anak, serta semakin maraknya kasus narkoba online. Ia berpesan agar Pokja Bunda Literasi mampu meningkatkan minat baca serta memperluas akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas di era digital dengan pengawasan dan pendampingan yang lebih ketat.

“Di era transformasi digital, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga dampak negatif bagi anak-anak jika tidak diawasi dan dikontrol secara baik. Salah satu kasus yang sedang marak saat ini yaitu narkoba online, masalah ini menjadi catatan penting untuk kita bersama. Saya berharap agar Pokja Bunda Literasi mampu meningkatkan minat baca serta memperluas akses terhadap bahan bacaan yang lebih. berkualitas,”harapnya.

Sementara itu Ketua TP. PKK, Ketua TP. Posyandu sekaligus penanggung jawab Bunda PAUD dan Bunda Literasi, Astiningsih Laka Lena menyampaikan pelantikan tersebut sebagai suatu langkah maju berkolaborasi dengan pemerintah, mendukung pembangunan daerah sesuai tugas dan bidang masing-masing.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya, yang sudah meletakan dasar dan fondasi untuk dilanjutkan kedepannya oleh pengurus yang dilantik hari ini. Pelantikan dan pengukuhan hari ini, sebagai suatu langkah untuk berjalan maju ke depan, bahkan berlari dalam melaksanakan tugas mencapai target yang telah ditetapkan sesuai bidang masing-masing. Dengan kolaborasi dan dukungan pemerintah, mari bekerja sama mendukung pembangunan daerah,” ucapnya.

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis : Charles Gunawan

Video : Ady Hau

Foto : Ben Jusuf/Nuel Here Wele