Dapat Bantuan 3.000 Dosis Semen Beku Sapi, NTT Genjot Mutu Ternak dan Kesejahteraan Peternak

IMG_20260613_142623_444

Kupang, 12 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima bantuan sebanyak 3.000 dosis semen beku sapi unggul dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan ini menjadi dorongan kuat untuk meningkatkan kualitas genetik, menambah populasi, serta mengangkat nilai ekonomi sektor peternakan di daerah tersebut.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Hary Suhada, kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Kegiatan berlangsung dalam rangka Kunjungan Kerja Komite II DPD RI di Kantor DPD RI Provinsi NTT. Turut hadir Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelo Wake Kako, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, serta para pemangku kepentingan bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Semen beku sapi adalah materi genetik dari pejantan unggul yang diawetkan, kemudian digunakan untuk teknik Inseminasi Buatan (IB). Metode ini memungkinkan lahirnya anak sapi dengan kualitas terbaik, seperti jenis Limousin, Simmental, hingga Wagyu. Sapi hasil persilangan ini memiliki pertumbuhan lebih cepat, bobot badan lebih besar, dan nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan sapi lokal biasa.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dari pemerintah pusat. “Bantuan ini bukan sekadar bantuan, melainkan langkah strategis untuk memajukan sektor peternakan yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat NTT,” ujarnya.

Menurutnya, program inseminasi buatan ini akan mempercepat perbaikan mutu ternak sekaligus meningkatkan pendapatan peternak. “Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar melahirkan sapi-sapi unggul yang mampu bersaing di pasar, baik lokal maupun nasional,” tambahnya.

Lebih jauh, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan program ini nantinya akan dijadikan model untuk dikembangkan pada komoditas ternak lain, seperti kerbau, kambing, babi, dan unggas. Ia juga mengajak kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian agar pembinaan kepada peternak berjalan maksimal.

“Dengan dukungan bersama, kami optimis NTT bisa menjadi pusat pengembangan ternak andalan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan rakyat, tapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Bantuan 3.000 dosis semen beku ini diharapkan menjadi awal dari transformasi peternakan NTT menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis : Meldo Nailopo

Foto – Video : Dio Ceunfin – Ady Hau

Editor: Hiro Lukas