Dugaan Mafia BBM di NTT Kembali Meledak: Nama Oknum Polisi Disebut, Aktivis Ultimatum Kapolda!
Dugaan Mafia BBM di NTT Kembali Meledak: Nama Oknum Polisi Disebut, Aktivis Ultimatum Kapolda!
Klik-infopol. Com|Kupang, NTT – Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mencuat dan mengguncang publik Nusa Tenggara Timur. Kasus lama yang tak kunjung tuntas ini kini kembali menyeret nama yang sama, memicu kemarahan dan kecurigaan masyarakat terhadap keseriusan penegakan hukum.
Nama Pati Pelohi kembali disebut dalam pusaran dugaan praktik ilegal tersebut. Meski belum ada penetapan hukum resmi, kemunculan kembali nama yang sama dalam kasus serupa memperkuat dugaan adanya pola berulang yang belum disentuh secara tuntas oleh aparat penegak hukum.
Sorotan keras datang dari kalangan aktivis. Marsel Seran, salah satu aktivis NTT, secara terbuka mendesak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk tidak lagi bersikap lunak terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik penimbunan BBM ilegal.
> “Saya meminta Kapolda NTT segera bertindak tegas. Jika terbukti, pecat anggota yang terlibat. Ini bukan kejadian baru, ini berulang dengan nama yang sama. Publik tidak bodoh,” tegas Marsel.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, praktik mafia BBM di wilayah NTT telah berlangsung lama dan terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas. Kondisi ini dinilai semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
—
⚠️ Ancaman Aksi Massa: Kesabaran Publik di Ujung Batas
Kemarahan tidak berhenti pada desakan. Marsel juga mengeluarkan peringatan keras: jika aparat tidak segera bertindak, gelombang protes besar dipastikan akan terjadi.
> “Kalau kasus ini dibiarkan, saya pastikan akan ada aksi massa. Kami tidak segan menggeruduk Mabes Polri. Ini soal keadilan,” lanjutnya.
Ancaman ini menjadi sinyal bahwa kesabaran masyarakat mulai habis. Dugaan pembiaran terhadap praktik ilegal, apalagi jika melibatkan oknum aparat, dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.
—
🔍 Masalah Lama: Mafia BBM yang Tak Pernah Benar-Benar Hilang
Isu mafia BBM di NTT bukan cerita baru. Praktik penimbunan dan distribusi ilegal BBM subsidi selama ini telah merugikan masyarakat kecil—mereka yang paling bergantung pada BBM dengan harga terjangkau untuk bertahan hidup.
Kelangkaan BBM, antrean panjang, hingga lonjakan harga di tingkat pengecer sering kali diduga kuat berkaitan dengan permainan di balik distribusi.
Aktivis menilai, akar masalah terletak pada:
Lemahnya pengawasan distribusi
Dugaan keterlibatan oknum aparat
Tidak adanya penindakan tegas yang menimbulkan efek jera
Selama tiga faktor ini tidak disentuh secara serius, praktik serupa dipastikan akan terus berulang.
—
⚖️ Desakan Transparansi: Bongkar Jaringan, Jangan Hanya Pelaku Kecil
Sejumlah pihak kini mendesak Kepolisian, khususnya Polda NTT, untuk tidak hanya fokus pada pelaku lapangan. Penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke dugaan jaringan yang lebih besar.
Penegakan hukum, menurut mereka, harus:
Transparan
Menyeluruh
Tanpa tebang pilih
Jika tidak, maka kasus ini hanya akan menjadi “ritual tahunan” tanpa solusi nyata.
—
⚖️ Praduga Tak Bersalah Tetap Dijunjung
Di tengah tekanan publik yang tinggi, penting untuk menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang menetapkan pihak tertentu sebagai tersangka dalam kasus ini.
Karena itu, semua pihak diimbau untuk tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak menghakimi sebelum proses hukum berjalan secara sah dan terbuka.
—
🚨 Ujian Integritas Penegakan Hukum di NTT
Kembalinya kasus dugaan penimbunan BBM ilegal ini menjadi ujian nyata bagi integritas penegakan hukum di Nusa Tenggara Timur. Publik kini tidak hanya menunggu klarifikasi—mereka menuntut aksi nyata.
Jika aparat tegas, kepercayaan bisa pulih.
Jika dibiarkan, kemarahan publik bisa meledak.
Semua mata kini tertuju pada langkah Kapolda NTT:
berani bersih-bersih, atau membiarkan luka lama terus menganga.
—————
Penulis: Andry Bria
Redaksi: Klik-Infopol.com – Suara Rakyat, Fakta & Integritas
