Rekening BCA Diblokir Usai Transaksi Rp7,2 Juta, Burhanuddin Siap Berikan Klarifikasi ke Polisi
SURABAYA, klik-infopol.com – Burhanuddin mengaku menghadapi persoalan setelah rekening Bank Central Asia (BCA) miliknya diblokir. Pemblokiran tersebut, menurut keterangannya, berkaitan dengan laporan dugaan penipuan yang disampaikan Maria Ulfa. Burhanuddin menyebut dirinya hanya membantu seseorang bernama Risky menerima dan meneruskan dana melalui rekeningnya.
Berdasarkan penuturan Burhanuddin, peristiwa tersebut bermula pada 24 Juli 2026. Saat itu, Risky diduga meminta bantuan untuk menerima transfer uang melalui rekening BCA milik Burhanuddin.
Dalam percakapan WhatsApp yang disebut terjadi pada tanggal tersebut, Risky meminta nomor rekening Burhanuddin. Setelah dana sebesar Rp2.700.000 masuk, Risky meminta agar uang itu diteruskan ke akun GoPay yang ditentukannya.
Risky disebut menyampaikan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membayar kontrakan. Dari jumlah itu, Burhanuddin diminta mentransfer Rp2.650.000, sedangkan Rp50.000 disebut sebagai bagian untuk dirinya.
Pada 25 Juli 2026, Burhanuddin mengaku kembali menerima transfer sebesar Rp4.500.000. Menurut keterangannya, Risky kembali mengirimkan pesan WhatsApp beserta bukti transfer dan meminta dana tersebut diteruskan ke akun GoPay.
Dalam transaksi kedua itu, Burhanuddin diminta mentransfer Rp4.450.000, sementara Rp50.000 disebut sebagai bagian untuk dirinya. Risky juga memberikan nomor tujuan GoPay beserta kode yang diperlukan untuk transaksi.
Burhanuddin mengaku telah meneruskan kedua dana tersebut sesuai instruksi yang diterimanya. Dengan demikian, total dana yang disebut masuk ke rekeningnya mencapai Rp7.200.000. Namun, beberapa hari kemudian, ia mengetahui rekening BCA miliknya mengalami pemblokiran.
Mengaku Mendapat Informasi Adanya Laporan Maria Ulfa
Setelah mengetahui rekeningnya diblokir, Burhanuddin mendatangi pihak BCA untuk meminta penjelasan. Ia mengaku mendapat informasi bahwa pemblokiran tersebut berkaitan dengan laporan Maria Ulfa, yang menduga dirinya menjadi korban penipuan melalui rekening atas nama Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, pihak BCA kemudian menghubungkan dirinya dengan Maria Ulfa melalui sambungan telepon. Dalam percakapan itu, ia berusaha menjelaskan bahwa transaksi yang dipersoalkan berawal dari permintaan Risky melalui WhatsApp.
Burhanuddin menyatakan telah menunjukkan bukti percakapan WhatsApp dan bukti transaksi yang menurutnya memperlihatkan aliran dana menuju akun GoPay yang diberikan Risky.
masukkan script iklan disini
Meski demikian, ia mengaku penjelasan tersebut belum menyelesaikan persoalan. Burhanuddin kemudian mendatangi kediaman Maria Ulfa untuk menyampaikan kronologi secara langsung sekaligus memperlihatkan bukti-bukti yang dimilikinya.
Siap Penuhi Undangan Klarifikasi Polisi
Persoalan tersebut berlanjut setelah Burhanuddin mengaku menerima surat undangan klarifikasi dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait laporan yang ditujukan kepadanya.
Burhanuddin menyatakan siap memenuhi undangan tersebut dan memberikan keterangan kepada penyidik. Ia berencana membawa bukti percakapan WhatsApp, dokumen transaksi, bukti transfer, serta dokumen pendukung lainnya untuk membantu menjelaskan kronologi dan aliran dana.
Ia berharap penyidik dapat menelusuri secara menyeluruh pihak yang mengirimkan dana, pemilik akun GoPay penerima, serta komunikasi antara dirinya dan Risky.
Burhanuddin juga menyampaikan rencana untuk mempertimbangkan langkah hukum apabila ditemukan dasar yang cukup terkait dugaan pencemaran nama baik atau laporan palsu. Namun, persoalan tersebut tetap perlu dinilai berdasarkan bukti dan fakta hukum yang terungkap dalam proses pemeriksaan.
Penelusuran Aliran Dana Diharapkan Mengungkap Fakta
Kasus ini memerlukan penanganan yang objektif agar duduk perkara menjadi jelas. Penelusuran aliran dana, identitas pemilik akun GoPay penerima, serta keterangan seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai kejadian tersebut masih berdasarkan keterangan Burhanuddin. Konfirmasi dari Maria Ulfa, Risky, pihak BCA, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.
Redaksi BeritaWarga.net membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai dengan prinsip jurnalistik, keberimbangan informasi, dan asas praduga tak bersalah.
Redaksi BeritaWarga.net
