Momentum Kebangkitan Kenari Alor: Wagub Johni Asadoma Ajak Kembali Menanam, Jangan Sampai Bernasib Seperti Apel Soe.
ALOR, 23 Juni 2026 – Kenari Alor yang sudah memiliki pengakuan Indikasi Geografis kini siap melangkah lebih jauh menuju pasar yang lebih luas dan inklusif. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menekankan hal ini saat menghadiri Talkshow Membangun Inclusive Markets Kenari Alor yang digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) di Aula Gereja Pola Tribuana, Kalabahi, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Alor Melkisedek Bely, perwakilan WVI, BRIN, Kementerian Hukum, pelaku usaha, serta jajaran pejabat provinsi dan kabupaten.
National Program Manager INCLUSION WVI Vinsensius Suwandi menjelaskan program yang didanai Pemerintah Australia ini berjalan hingga 2027, mencakup pengembangan padi, kenari, vanili Alor, dan kacang Sumba. Khusus untuk Kenari Alor, upaya pengembangan pasar sudah dimulai sejak 2023, diikuti pembentukan kelompok pengolah agar produk bisa menembus pasar luar daerah.
Sementara itu, Sekda Alor Melkisedek Bely mencatat Alor adalah daerah dengan jumlah Indikasi Geografis terbanyak di NTT, mulai dari tenun ikat, songket, vanili, hingga kenari. Pemerintah berkomitmen menyusun regulasi khusus agar potensi ini membawa manfaat ekonomi nyata bagi warga.
Merespons hal itu, Wagub Johni menyambut baik momentum ini sebagai titik balik kebangkitan Kenari Alor. Namun ia menyampaikan pesan mendesak:
“Saat ini banyak pohon kenari yang telah ditebang. Jika kita terlambat bertindak, kita berisiko kehilangan komoditas unggulan ini. Jangan sampai Kenari Alor bernasib sama seperti Apel Soe dan Cendana yang kini semakin langka,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemprov NTT akan meminta BRIN meneliti penyebab menurunnya populasi Apel Soe sebagai pelajaran berharga untuk melestarikan kekayaan alam Alor. Selain kenari, Wagub juga mendorong pengembangan tanaman khas lain seperti mangga kelapa Alor.
Sebagai tindak lanjut, disepakati langkah strategis:
✅ Pelatihan pengolahan vanili dan tanaman endemik agar bernilai tambah tinggi, didampingi aparat wilayah
✅ Pemetaan lahan potensial untuk penyaluran bibit secara terarah dan berkelanjutan
Wagub optimis, pengelolaan yang tepat akan mengangkat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Alor kaya raya. Tugas kita menjaganya dan memastikan manfaatnya dirasakan semua orang,” pungkasnya.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Ringling Lantakai
Foto: Ben Jusuf
Editor: Hiro Lukas
