“Mimpi Tak Kenal Batas”: Gubernur Melki Kenalkan Maskot Varanus & Tegaskan Kesiapan NTT Tuan Rumah PESONAS II.

IMG_20260716_065245_608

JAKARTA – “Tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang kehilangan kesempatan bermimpi hanya karena keterbatasan.” Pesan tegas Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menggema dalam malam amal Charity Night Special Olympics Indonesia bertema “Memberi Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas” di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momen penggalangan dukungan bagi atlet penyandang disabilitas intelektual, sekaligus langkah persiapan menuju Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang dan persiapan menuju ajang dunia di Santiago, Chile 2027.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan malam ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keberpihakan kita semua.

“Mimpi tidak pernah mengenal disabilitas. Yang sering membatasi mimpi justru kurangnya kesempatan dan dukungan. Malam ini kita memilih menjadi bagian dari jalan itu,” ujarnya.

Ia memuji peran SOIna yang konsisten membina atlet melalui olahraga. Baginya, olahraga mengajarkan lebih dari sekadar kemenangan: nilai keberanian, disiplin, persahabatan, harga diri, dan arti bangkit kembali setiap kali jatuh.

“Mereka mengajarkan kita: kemenangan bukan hanya soal siapa tercepat finis, tapi keberanian untuk tetap berdiri saat kehidupan menguji kita,” tegasnya.

Pada kesempatan istimewa ini, Gubernur Melki memperkenalkan secara resmi maskot PESONAS II bernama Varanus, yang terinspirasi satwa endemik kebanggaan NTT sekaligus dunia: Komodo.

Varanus melambangkan keberanian, ketangguhan, optimisme, dan semangat pantang menyerah—cerminan nyata dari perjuangan para atlet Special Olympics.

Gubernur menegaskan NTT menyambut amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Ajang ini akan diikuti 23 provinsi, 908 atlet, 386 pelatih, dan tujuh cabang olahraga.

“Menjadi tuan rumah bukan hanya soal lapangan dan tempat istirahat. Menjadi tuan rumah berarti menyiapkan hati masyarakat yang menerima tulus, lingkungan yang ramah, dan ruang yang membuat setiap orang merasa berharga secara utuh,” jelasnya.

Penyelenggaraan ini bukti bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari gedung dan jalan, melainkan kemampuan memberi ruang setara bagi semua warga untuk berkarya dan berprestasi.

Gubernur mengajak pemerintah pusat, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga sosial, dan seluruh elemen bangsa bersatu mendukung pembinaan atlet. Semangat gotong royong inilah yang akan mengukuhkan Indonesia sebagai bangsa yang inklusif dan menjunjung harkat martabat setiap anak bangsa.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Editor: Hiro Lukas