Masyarakat Adang Buom & Teluk Sembilan Resmi Berdamai, Wagub Johni: Ini Titik awal Kemajuan Alor.

IMG_20260623_111542_588

KALABAHI, 22 Juni 2026 – Sebuah kisah kearifan dan harapan baru terukir indah di Kabupaten Alor. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara langsung menyaksikan penandatanganan perjanjian damai bersejarah antara masyarakat Adang Buom dan Teluk Sembilan di Kalabahi, Senin (22/6/2026).

Turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini Wakil Bupati Alor, jajaran pejabat tinggi provinsi dan kabupaten, Forkopimda, kepala instansi, camat, lurah, kepala desa, serta tokoh masyarakat dari kedua pihak.

Bagi Wagub Johni, apa yang terjadi hari ini melampaui harapan awal kunjungannya ke Alor. “Saya datang untuk berdialog dan mendengar aspirasi, tapi hari ini kita mencatat sejarah perdamaian di Kalabahi. Keputusan berdamai ini adalah perbuatan mulia yang akan membawa berkah bagi seluruh warga Alor,” ujarnya penuh rasa syukur.

Beliau menegaskan: perdamaian bukan sekadar tidak bertikai — ia adalah pondasi utama agar Alor melaju pesat. Ketika daerah aman, damai, dan nyaman, citra Alor sebagai destinasi wisata unggulan pun terjaga, wisatawan berdatangan, investasi masuk, dan akhirnya Pendapatan Asli Daerah meningkat untuk kesejahteraan semua.

“Mari kita wujudkan mimpi bersama: jadikan Alor sebagai kabupaten paling damai di Indonesia. Kita bangga mengucapkan semboyan kita: ‘Alor: “Alamnya Lestari, Orangnya Ramah” — ini identitas yang harus kita jaga bersama,” tegas Wagub Johni.

Agar damai bertahan lama dan menjadi kekuatan, ia mengajak semua elemen menjalankan peran masing-masing:

✅ Orang tua: Jadikan rumah sebagai tempat pertama menanam nilai kebaikan dan kasih sayang

✅ Sekolah: Bentuk generasi cerdas sekaligus berakhlak mulia

✅ Lembaga agama: Perkuat iman, etika, dan ajaran persaudaraan sejati

✅ Lingkungan: Ciptakan ruang positif bagi anak muda menyalurkan bakat dan meraih prestasi

Secara khusus kepada generasi muda, Wagub berpesan: “Jangan buang waktu pada hal-hal yang merusak masa depan. Tidak ada kebanggaan sedikit pun dalam kekerasan — setiap tindakan ada konsekuensinya. Pilihlah jalan damai, hormati sesama, dan raih cita-cita setinggi mungkin lewat pendidikan dan kerja keras.”

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah kunci mengubah nasib: “Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Ilmu pengetahuan membuka pintu kesempatan, mengangkat derajat, dan memampukan kita membangun daerah tercinta ini.”

Mengakhiri kesempatan berharga itu, Wagub Johni mengapresiasi kearifan kedua kelompok masyarakat yang mengutamakan kepentingan bersama di atas perbedaan masa lalu.

“Hari ini kita sepakat menutup lembar lama dan membuka lembar baru. Mari bergandengan tangan, jaga kedamaian ini sebaik mungkin, dan tunjukkan kepada dunia bahwa Alor adalah daerah yang damai, bersatu, serta siap melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Ringling Lantakai

Foto: Ben Jusuf

Editor: Hiro Lukas