MANGGARAI BARAT MENOREH PRESTASI: BAMBU LOKAL TEMBUS PASAR INTERNASIONAL.
Labuan Bajo, 21 Juli 2026 – Kekayaan alam Nusa Tenggara Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) yang berbasis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sukses mengekspor sebanyak 15 ribu batang bambu ke Polandia. Komoditas ini akan digunakan untuk pembangunan rumah khas NTT di negeri Eropa tersebut.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Bambu YBLL, Selasa (21/7). Ia meninjau langsung proses produksi dan berdialog dengan pengelola untuk melihat sejauh mana perkembangan industri bambu yang kini tumbuh menjadi sektor ekonomi kreatif andalan berorientasi ekspor.
Ini merupakan kali kedua Wagub Johni berkunjung ke lokasi, setelah sebelumnya mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Februari 2026 silam.
Project Officer YBLL, Septiani Solfriyansi Maro, menjelaskan perjalanan panjang hingga bambu lokal bisa tiba di Eropa. “Sebanyak 15 ribu batang bambu telah kami kirim ke Polandia. Bambu ini diawetkan terlebih dahulu di Manggarai Barat, lalu dikirim ke Bali untuk proses karantina sebelum diberangkatkan ke luar negeri,” ungkapnya.
Selain pasar ekspor, permintaan dalam negeri pun terus mengalir, mulai dari sektor perhotelan, PT Haldin, hingga Pamudi Luhur Jakarta untuk kebutuhan furnitur. Kini omzet usaha YBLL tercatat hampir menyentuh angka Rp600 juta.
Keunggulan bambu Manggarai Barat tak lepas dari karakteristik alaminya: berdiameter lebih kecil namun berdinding sangat tebal, sangat cocok untuk kebutuhan konstruksi maupun perabotan. Berbeda dengan bambu dari daerah lain seperti Bajawa yang memiliki kadar air lebih tinggi. Jika dirawat dan diawetkan dengan benar, tiang bambu mampu bertahan hingga 10 tahun, sedangkan pelupuh atau atap bisa awet hingga 5 tahun.
Wakil Gubernur Johni Asadoma mengaku sangat bangga melihat semangat dan inovasi para pemuda di YBLL yang berhasil mengubah bahan baku alam menjadi produk bernilai tinggi.
“Ini luar biasa! Bambu yang kita miliki bukan sekadar tanaman liar, melainkan kekayaan yang bisa mengangkat derajat ekonomi masyarakat. Kita berharap NTT kelak dikenal sebagaimana Manado dengan rumah kayunya—yaitu daerah yang identik dengan rumah bambu yang indah, kuat, dan ramah lingkungan,” ujar Wagub penuh harap.
Ia berjanji akan terus mendukung promosi produk bambu NTT ke mancanegara, dengan tetap menjaga standar kualitas terbaik. Di sisi lain, YBLL mengakui masih menghadapi tantangan tingginya biaya logistik dan bahan pengawet. Ke depannya, pihaknya berencana bekerja sama dengan BRIN untuk pengujian dan pengembangan teknologi agar produk semakin unggul dan berdaya saing tinggi.
Seluruh bahan baku dibeli langsung dari masyarakat desa, sehingga kesuksesan ini juga berdampak nyata meningkatkan pendapatan warga sekitar. Potensi bambu yang melimpah di NTT kini terbukti menjadi jalan emas menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus membawa nama baik daerah di panggung dunia.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Editor: Hiro Lukas
