Makna Kemerdekaan di Balik Tembok: Gubernur Serahkan Remisi bagi 2.246 Warga Binaan Di LPKA Kupang.

IMG_20260817_161447_639

KUPANG, Klikinfopol.com. – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang, Senin (17/8/2026). Berbeda dari biasanya, peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan tahun ini dilaksanakan langsung di tengah warga binaan, dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD Emelia J. Nomleni, jajaran Forkopimda, dan unsur pimpinan lainnya.

Usai menyaksikan secara virtual upacara detik-detik proklamasi dari Istana Negara, kegiatan dilanjutkan dengan momen yang dinanti: pemberian Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana Tahun 2026.

Gubernur Melki membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menegaskan tema kemerdekaan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” bukan sekadar seremonial. Dalam dunia pemasyarakatan, ini berarti tegaknya hukum yang tetap memanusiakan manusia, serta memberi ruang bagi setiap orang untuk memperbaiki diri.

“Remisi adalah hak sekaligus penghargaan negara atas ketekunan kalian mengikuti pembinaan. Ini adalah kesempatan emas untuk membuka lembaran baru: menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan berguna bagi keluarga serta masyarakat,” pesan yang disampaikan Gubernur mewakili Menteri.

Di wilayah NTT, sebanyak 2.246 warga binaan berhak mendapatkan kado kemerdekaan ini. Rinciannya:

– 2.200 narapidana menerima Remisi Umum I

– 24 narapidana menerima Remisi Umum II atau langsung bebas

– 22 Anak Binaan menerima Pengurangan Masa Pidana Umum I

Hak ini diberikan kepada mereka yang berkelakuan baik, aktif mengikuti pembinaan, dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin. Secara nasional, pemerintah memberikan remisi kepada 173.706 narapidana dan pengurangan masa pidana bagi 1.085 anak binaan.

Pemerintah berharap kebijakan ini menjadi motivasi kuat untuk terus menjaga disiplin, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat tanpa mengulangi kesalahan. Khusus bagi anak binaan, diharapkan terus bersemangat belajar dan meraih cita-cita.

Jajaran pemasyarakatan pun diingatkan untuk senantiasa menjaga integritas, bersih dari segala bentuk penyimpangan, serta memperkuat kerja sama dengan semua pihak agar warga binaan kelak pulih, mandiri, dan berkontribusi membangun daerah.

Momen ini mengajarkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya: bukan hanya bebas dari penjajahan, melainkan juga berjuang meraih kebebasan dari kesalahan, untuk menatap masa depan yang lebih baik.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Foto: Dio – Jon

Editor: Hiro Lukas