Longsor Tutup Jalan Trans Flores Km 33 – Polisi & Warga Bergerak Cepat, Jalan Kembali Bisa Dilalui.
ENDE, klikinfopol.com. 14 Oktober 2026 – Jalur strategis Trans Flores penghubung Ende dan Ngada sempat lumpuh total Rabu malam. Sekitar pukul 21.00 WITA, material batu beragam ukuran runtuh dari tebing curam dan menutup badan jalan di Kilometer 33, Pengamuna, Desa Ondorea, Kecamatan Nangapanda. Lokasi yang diapit tebing di satu sisi dan jurang pantai di sisi lain membuat penanganan harus dilakukan dengan cepat namun tetap hati-hati.
Longsor ini dipicu kombinasi curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang masih labil akibat retakan pasca-gempa bumi Flores sebelumnya. Kawasan ini memang dikenal rawan – kemiringan tebing mencapai 30 derajat tanpa tembok penahan tanah, sehingga berisiko tinggi mengalami longsor susulan, terutama saat cuaca tidak menentu.
Kurang dari seperempat jam setelah laporan masuk – pukul 21.15 WITA – Kapolsek Nangapanda Iptu Nurdin Bambang bersama personelnya sudah berada di lokasi. Tanpa menunggu alat berat, mereka langsung bergotong royong bersama warga membersihkan material longsor secara manual agar akses bisa segera dibuka untuk kendaraan ringan.
“Kami langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan roda empat dan besar diarahkan lewat jalur alternatif Puukungu–Maukaro untuk mencegah penumpukan kendaraan yang jauh lebih panjang,” ujar Iptu Nurdin Bambang.
Koordinasi juga segera dilakukan dengan Pemkab Ende, Satker Jalan, serta pemilik alat berat agar evakuasi berjalan lebih cepat.
Tak lama kemudian, tim Dinas PUPR tiba dengan ekskavator dan loader untuk membersihkan bongkahan batu besar yang tidak bisa diangkat secara manual. Berkat kerja sama yang solid antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga, jalan Trans Ende–Bajawa di Km 33 kini sudah bersih total dan dapat dilalui kembali secara normal oleh semua jenis kendaraan, termasuk truk berat.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian harta benda dalam peristiwa ini.
Polsek Nangapanda mengingatkan pengguna jalan untuk tetap waspada: cuaca ekstrem dan potensi gempa susulan masih membuat area ini berisiko longsor susulan. Berkendaralah dengan hati-hati, kurangi kecepatan, dan perhatikan kondisi sekitar saat melintas di kawasan rawan ini.(*)
Editor: Hiro Lukas
