Lepas Kafilah MTQ XXXI, Gubernur Melki: “MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Momentum Membangun Manusia NTT yang Berilmu, Beriman, dan Berakhlak Mulia”.

IMG_20260903_151007_240

KUPANG, klikinfopol.com. 3 September 2026. Di tengah suasana yang penuh makna dan haru, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi melepas Kafilah Provinsi NTT yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September mendatang. Pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Asisten, Kantor Gubernur NTT, Kamis (3/9/2026).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Supriadin Puarake, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda NTT Alexon Lumba, unsur Forkopimda, Ketua LPTQ Provinsi NTT H. Moh. Anshor, serta para pembina, pelatih, official, pendamping, dan seluruh anggota Kafilah NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa keikutsertaan NTT di MTQ Nasional bukan semata-mata untuk mengejar piala atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini adalah momentum untuk membangun manusia NTT yang seimbang, antara kecerdasan, iman, dan akhlak mulia.

“MTQ bukan sekadar perlombaan untuk meraih juara. MTQ merupakan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki integritas.” — Gubernur Melki

Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan manusia tidak cukup hanya dengan mengasah pikiran dan keterampilan. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, generasi muda membutuhkan pegangan moral yang kuat agar tidak kehilangan arah.

“Di tengah derasnya arus zaman, Al-Qur’an tentu akan menjadi kompas yang menuntun arah, cahaya yang menerangi langkah, dan jangkar yang menjaga hati agar tidak kehilangan pijakan.”

Pembangunan yang sesungguhnya adalah menyentuh dimensi terdalam manusia: kejernihan hati, keluhuran budi, dan kekuatan spiritual. Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca, melainkan sumber nilai dan pedoman kehidupan.

Gubernur berharap pembinaan generasi Qur’ani di NTT tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal. Yang lebih dibutuhkan adalah generasi yang mampu menghadirkan ruh Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak cukup hanya melahirkan generasi yang fasih membaca Al-Qur’an, tetapi kita membutuhkan generasi yang mampu memadukan iman dengan ilmu, kecerdasan dengan akhlak, keberanian dengan kerendahan hati, serta kemajuan dengan nilai-nilai kemanusiaan.”

Kepada para peserta, Gubernur berpesan agar setiap lantunan ayat bukan sekadar indah di telinga, tetapi menyentuh dan menggerakkan hati siapa pun yang mendengarkannya.

“Jadikanlah setiap lantunan sebagai jalan untuk mengetuk pintu hati. Kemenangan yang kita harapkan bukan hanya ketika nama NTT disebut sebagai juara, tetapi ketika lantunan ayat-ayat Al-Qur’an mampu membuat hati yang keras menjadi lembut, hati yang gelisah menjadi tenang, dan hati yang lalai kembali mengingat-Nya.”

Di momen pelepasan yang penuh harapan ini, Gubernur juga mengajak seluruh hadirin untuk sejenak mendoakan saudara-saudara kita di Flores yang sedang berduka akibat gempa bumi.

“Di saat sebagian saudara kita sedang berduka, maka kebahagiaan dan semangat yang kita rasakan hari ini hendaknya juga kita iringi dengan doa dan kepedulian.”

Bagi Gubernur, kehadiran Kafilah NTT di Semarang harus sekaligus menjadi momentum memperkuat rasa solidaritas dan kemanusiaan. Al-Qur’an bukan hanya untuk dilantunkan, tetapi harus menjadi sumber nilai yang menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan.

Sebagai penutup, Gubernur berpesan kepada seluruh anggota Kafilah NTT:

“Bawalah nama Nusa Tenggara Timur dengan kehormatan. Bawalah doa dan harapan seluruh masyarakat NTT. Yang terpenting, bawalah Al-Qur’an tidak hanya dalam hafalan dan lantunan suara, tetapi juga dalam hati, akhlak, dan setiap tindakan.”

Tampil dengan percaya diri, disiplin, menjunjung sportivitas, dan menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa masyarakat NTT adalah masyarakat yang menjunjung tinggi persaudaraan dalam keberagaman. Semoga perjalanan ini membawa prestasi sekaligus berkah bagi seluruh NTT.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Rob Djehatu

Foto: Grace – Tiwi

Editor: Hiro Lukas