Kunjungi Rumah Duka dr. Icha, Gubernur Melki: Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu, Siapa Pun Pelakunya.

IMG_20260629_110634_944

KUPANG, 29 Juni 2026 – Suasana haru dan tangisan pilu menyelimuti rumah duka dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau akrab disapa dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu (28/6/2026). Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma hadir langsung untuk turut berduka sekaligus mendengarkan permohonan keluarga yang memohon keadilan bagi putrinya.

Di hadapan pimpinan tertinggi daerah, ayah almarhumah tak kuasa menahan tangis:

“Saya minta keadilan, kebenaran, dan perlindungan bukan hanya untuk anak saya, tapi seluruh tenaga kesehatan. Anak saya ingin mengabdi, tapi hidupnya berakhir tragis seperti ini. Tolong kami, Bapa,” ucapnya dengan suara bergetar.

Ibundanya pun menangis: “Anak ini terlalu cantik, hidupnya untuk TTU, namun kini ia juga berpulang untuk TTU.” Momen semakin mengharukan saat adik almarhumah berucap: “Bapa Gubernur, beta juga mau jadi dokter seperti kaka. Tolong bantu beta.”

Gubernur Melki mengaku sudah menerima laporan mengenai dugaan intimidasi terhadap dr. Icha sejak awal kejadian, dan telah meminta Bupati serta Ketua DPRD TTU menanganinya dengan serius. Sayangnya, upaya damai belum terwujud sebelum kabar duka datang.

Kini, Gubernur menegaskan komitmen tegas:

“Kita proses semuanya tanpa kecuali. Dugaan keterlibatan tiga anggota DPRD TTU akan diselidiki tuntas. Surat wasiat yang ditinggalkan dr. Icha sudah berada di tangan penyidik, dan menjadi bukti penting. Kita pastikan fakta terungkap terang benderang, siapa pun yang bersalah, setinggi apa pun jabatannya,” tegasnya

Gubernur menegaskan dr. Icha telah menjalankan tugasnya dengan benar, bahkan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis toksikologi nasional, dan pasien yang ditanganinya pun dinyatakan sembuh.

“Undang-Undang Kesehatan sangat jelas: tenaga medis yang bekerja sesuai standar tidak boleh diintimidasi, apalagi diancam. Ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi tindak pidana,” ujarnya.

Wagub Johni Asadoma menambahkan, tragedi ini menjadi titik balik perlindungan bagi seluruh dokter, perawat, dan bidan di NTT.

“Mereka pahlawan pelayanan yang harus bekerja tenang. Pemerintah akan berkoordinasi dengan IDI dan psikolog untuk memberikan pendampingan, serta memastikan kejadian serupa tidak pernah terulang lagi,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi berjanji terus mengawal proses hukum hingga keadilan benar-benar terwujud bagi keluarga dan seluruh tenaga kesehatan NTT.

 

Sumber Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.(*)

(Hiro Lukas)