Krisis Air Bersih di Palue: Warga Beli Air Asin Rp10.000/Jerigen, PRB Flores Timur Desak Pemerintah Segera Bertindak.

IMG_20260907_164257_338

SIKKA, klikinfopol.com. – Ancaman baru membayangi warga Pulau Palue pascagempa bumi Flores. Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Flores Timur mendesak Gubernur NTT dan Posko Tanggap Darurat segera mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut. Desakan ini menyusul krisis air bersih yang kini semakin parah dan mengancam kesehatan warga.

Ketua Forum PRB Flores Timur, Bung Sila, menegaskan bahwa cuaca panas ekstrem ditambah ketersediaan air bersih yang sangat terbatas berisiko memicu penyakit akibat dehidrasi. Pemerintah diminta bertindak cepat, keterlambatan hanya akan memperburuk penderitaan warga.

“Cuaca panas ekstrem ditambah minimnya air bersih berisiko menimbulkan penyakit akibat dehidrasi. Pemerintah harus segera bertindak,” ujar Bung Sila, Senin (7/9/2026).

Krisis air bersih ini bermula dari hancurnya infrastruktur vital akibat gempa. Kepala Dusun Tomu, Vinsensius Ngaji, melaporkan bahwa bak penampung air tadah hujan yang menjadi sumber utama warga Desa Tuanggeo retak dan rusak akibat guncangan gempa. Sejak itu, akses air bersih benar-benar hilang.

Selama dua minggu terakhir, warga terpaksa membeli air dari sumur di Pantai Uwa dengan harga Rp10.000 per jerigen (20 liter). Ironisnya, air tersebut berasa asin, mengandung kadar garam tinggi dan sangat tidak layak dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Kalau pasokan air bersih tidak ada, bagaimana kami bisa bertahan hidup? Kami terpaksa membeli air asin dari pantai, padahal harus keluar biaya tambahan,” keluh Theresia Nona Eci, salah satu warga terdampak.

PRB Flores Timur juga menuntut Pemerintah Provinsi NTT untuk mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan warga secara mandiri guna membeli air bersih selama masa tanggap darurat. Bung Sila menegaskan, hal ini merupakan hak warga yang dilindungi payung hukum, sesuai surat edaran Gubernur NTT terkait penanganan darurat bencana.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengirimkan armada bantuan air bersih ke Palue guna mencegah meluasnya wabah penyakit dan kasus dehidrasi, terutama di kalangan anak-anak dan lansia.

Editor: Hiro Lukas