Jalur Selatan Ndona Terancam Lumpuh Total — Longsoran Setiap Hari, 6 Desa Terisolasi, “Warga Bertaruh Nyawa”.
ENDE, klikinfopol.com. 6 September 2026 — Kondisi darurat membayangi enam desa di jalur selatan Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende. Pascagempa 15 Agustus 2026, akses transportasi penghubung Desa Wolotopo, Wolotopo Timur, Ngalupolo, Reka, Wolokota, dan Kekasewa kini masuk Zona Merah / High-Risk Zone. Longsoran material tebing di kawasan Ena One, Desa Wolotopo terus terjadi setiap hari, dan ini satu-satunya jalur urat nadi warga.
Kepala Desa Wolotopo, Kosmas Leda, memperingatkan situasi makin kritis:
“Pergerakan tanah dan runtuhan tebing hingga kini belum berhenti. Warga yang melintas terpaksa bertaruh nyawa setiap kali lewat. Jika dibiarkan, akses ini bisa tertutup total kapan saja, dan enam desa ini akan terisolasi sepenuhnya.”
Jalur ini adalah satu-satunya penghubung keenam desa menuju pusat kecamatan dan kabupaten. Jika tertutup:
– Pasokan kebutuhan pokok terhenti
– Hasil bumi tidak bisa keluar
– Pelayanan kesehatan darurat terhambat
– Sekolah & aktivitas warga terancam lumpuh total.
Tidak tinggal diam, pemerintah desa dari enam wilayah terdampak telah mengambil langkah darurat:
– Melaporkan kondisi ke Kecamatan Ndona & Dinas PUPR Kabupaten Ende
– Bersepakat menghadap Bupati Ende secara langsung untuk mendesak intervensi segera
– Meminta alat berat & anggaran rehabilitasi dini secepatnya.
“Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Harus ada tindakan nyata, pembersihan material, penanganan tebing, dan pengamanan jalur. Ini soal nyawa dan kelangsungan hidup ribuan warga,” tegas Kosmas.
Pemerintah desa juga meminta dukungan keamanan:
Polres Ende melalui Polsek Ndona diminta segera menempatkan personel di titik rawan Ena One untuk:
– Melakukan pengawasan ketat
– Menerapkan sistem buka-tutup jalur yang aman
– Mencegah warga melintas saat kondisi berbahaya.
Warga diimbau untuk SANGAT BERHATI-HATI. Hindari melintas di kawasan Ena One jika tidak mendesak. Longsoran bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan. Selalu pantau kondisi sebelum berangkat.
Editor: Hiro Lukas
