Gubernur Melki Tinjau RSUD Borong: Trauma Gempa Masih Ada, Pelayanan Tetap Harus Optimal.

IMG_20260910_121417_497

BORONG, klikinfopol.com. 10 September 2026. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (10/9/2026). Meski hasil asesmen menyatakan gedung rumah sakit dalam kondisi aman, rasa takut dan trauma pasca-gempa masih mendalam membuat banyak pasien memilih dirawat di tenda rumah sakit lapangan.

Gedung RSUD Borong secara struktur dinyatakan aman oleh Dinas PUPR. Namun gempa susulan yang terus terjadi membuat pasien dan tenaga kesehatan masih merasa cemas.

“Ada perasaan takut. Kami pilih dirawat di tenda saja,” ungkap salah seorang pasien.

Saat ini pelayanan dimaksimalkan di lantai satu gedung, sementara lantai dua dan tiga belum digunakan untuk rawat inap. Sebanyak 24 tempat tidur di rumah sakit lapangan siap melayani pasien yang masih trauma. Pascagempa, pelayanan bahkan sempat berjalan di selasar rumah sakit selama empat hari sebelum tenda terpasang.

“Kita harus tetap sabar. Pelayanan di tenda maupun di gedung harus diatur dengan baik. Pahami rasa takut mereka, tapi pastikan pelayanan tetap berjalan optimal,” ujar Gubernur.

Gubernur menyempatkan diri menyapa pasien, termasuk seorang penderita kanker, dan mengingatkan pentingnya dukungan keluarga.

“Suami dan istri harus saling mendukung. Saling menguatkan. Dukungan pasangan sangat membantu pemulihan,” pesannya.

Khusus untuk tenaga kesehatan yang tetap bertugas di kondisi sulit, Gubernur menegaskan:

“Mereka berdiri di garda terdepan melayani dalam kondisi tidak mudah. Kebutuhan dan keselamatan mereka harus menjadi perhatian utama. Kita pastikan mereka mendapat dukungan yang memadai.”

Direktur RSUD Borong, dr. Kresensia Nensy, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, terutama dokter spesialis dan fasilitas ortopedi, sangat krusial di masa bencana. Dalam kondisi normal, RSUD Borong memiliki kapasitas 119 tempat tidur, melayani rata-rata 60 pasien rawat inap dan 70 rawat jalan setiap hari.

Gubernur mencatat kebutuhan tersebut dan berkomitmen untuk memastikan pelayanan kesehatan di Flores terus diperkuat, tidak hanya secara fisik bangunan, tetapi juga dari sisi sumber daya manusia dan peralatan.

Pelayanan kesehatan di masa tanggap darurat bukan hanya soal obat dan peralatan, tetapi juga soal menyembuhkan luka fisik sekaligus menenangkan hati yang masih gemetar. Di RSUD Borong, itu sedang diusahakan setiap hari.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemerintah Provinsi NTT.

Penulis: Oan Wutun

Foto: Baldus Sae

Editor: Hiro Lukas