Gubernur Melki Tegas: Rp200 Miliar Bantuan Presiden — Tak Boleh Ada Celah Sedikit Pun untuk Disalahgunakan.
KUPANG, klikinfopol.com. 5 September 2026. Di tengah masa tanggap darurat gempa Flores yang masih berlangsung hingga 12 September 2026, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT: seluruh dana dan bantuan yang masuk, termasuk Bantuan Presiden senilai Rp200 miliar, harus dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan.
Dukungan besar dari Presiden Prabowo Subianto menjadi harapan baru bagi pemulihan Flores:
– Pemerintah Provinsi NTT: Rp40 miliar
– Masing-masing dari 8 kabupaten Flores: Rp20 miliar
– Termasuk Kabupaten Flores Timur, meski tidak terdampak langsung, tetap mendapat dukungan
Gubernur Melki menyampaikan terima kasih langsung kepada Presiden saat rapat di Posko Penanganan Gempa Yonif TP 834/Wakanga Mere, Nagekeo, 26 Agustus lalu:
“Terima kasih, Bapak Presiden. Sesuai arahan Bapak Presiden, semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi mendapatkan Rp40 miliar. Ini sangat membantu kami untuk menggerakkan penanganan secara lebih maksimal agar bisa membantu para pengungsi.”
Di hadapan jajaran pemerintah kabupaten, Gubernur Melki menegaskan pengawasan berlapis dan berjenjang mutlak diperlukan:
“Semua dana dan bantuan yang masuk untuk penanganan Gempa Flores ini harus dipastikan tersalur secara adil dan merata untuk kepentingan penanganan bencana, baik masa tanggap darurat maupun nanti pascabencana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.”
“Tidak boleh ada celah sedikit pun untuk disalahgunakan atau dikorupsi. Pokoknya, pengawasan terhadap semua bantuan yang masuk harus dilakukan secara berlapis dan berjenjang.”
Gubernur menekankan penggunaan anggaran wajib sesuai petunjuk teknis kementerian dan peraturan perundang-undangan. Para Bupati diminta:
– Segera mengoptimalkan anggaran untuk penanganan bencana
– Melakukan pemetaan menyeluruh seluruh titik terdampak agar bantuan tepat sasaran
– Mengarahkan dana sepenuhnya untuk kebutuhan masyarakat dan pemulihan wilayah.
Sementara itu, data BPBD per 4 September 2026 menunjukkan beban yang masih berat:
– Meninggal dunia: 130 orang
– Mengungsi: 96.385 orang
– Rumah rusak: 99.568 unit
– Rumah ibadah: 600 unit
– Fasilitas pendidikan: 2.633 unit
– Kantor pemerintah: 673 unit
– Fasilitas kesehatan: 663 unit
Gempa susulan terus terjadi, hingga 5 September pukul 05.00 WIB tercatat 12.438 kali gempa susulan, 174 di antaranya dirasakan masyarakat, dengan magnitudo terbesar 6,2.
“Setiap sumber daya dan dukungan yang tersedia harus dikelola secara bertanggung jawab dan sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat terdampak.” Ujar Gubernur Melki
Di tengah duka dan pemulihan yang masih panjang, transparansi dan kejujuran dalam mengelola bantuan adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi para korban dan warga yang sedang berjuang bangkit.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
