Gubernur Melki: Prioritaskan Evakuasi dan Kebutuhan Pengungsi, Kita Bergerak Tanpa Menunggu.
MAUMERE, 15 Agustus 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memperkuat barisan bersama Pemerintah Pusat untuk mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores. Langkah ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno secara daring, Sabtu sore.
Rapat lintas sektor ini mempertemukan kementerian terkait, BNPB, BMKG, jajaran TNI-Polri, serta seluruh kepala daerah di wilayah terdampak untuk menyatukan langkah dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Gubernur Melki, hingga saat ini tercatat 33 orang meninggal dunia dengan rincian: 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, 3 orang di Sikka, serta masing-masing 1 orang di Nagekeo dan Manggarai Barat. Sementara itu, 23 orang lainnya mengalami luka-luka di wilayah Sikka, Ende, dan Manggarai.
“Data ini masih terus kita perbarui seiring berjalannya proses pencarian, evakuasi, dan pendataan menyeluruh di lapangan,” ujar Gubernur Melki.
Sejak bencana terjadi, Pemerintah Provinsi terus menjaga komunikasi intensif dengan para Bupati se-Flores untuk memantau situasi langsung dan memastikan penanganan berjalan cepat. Selain upaya pencarian korban, prioritas utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi mulai dari tempat berlindung, pangan, hingga sandang.
Dalam langkah cepat mengantisipasi kebutuhan yang mendesak, Gubernur mengajak seluruh pelaku usaha dan toko di daratan Flores untuk bergotong royong menyediakan kebutuhan pangan bagi warga terdampak. Pembiayaan atas bantuan yang diberikan akan ditindaklanjuti melalui perhitungan bersama antara pemerintah kabupaten, Pemprov NTT, dan dukungan Pemerintah Pusat.
“Kita tidak boleh menunggu bantuan datang dari jauh. Kita bergerak sekarang, bergandengan tangan, agar tidak ada warga yang kekurangan makanan dan perlindungan. Ini saatnya kita buktikan bahwa persaudaraan kita lebih kuat dari guncangan apa pun,” tegas Gubernur Melki.
Hasil rapat koordinasi ini menjadi landasan bagi penyatuan sumber daya nasional dan daerah untuk memastikan keselamatan warga, pemulihan akses jalan dan layanan publik, serta meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Baldus Sae
Editor : Hiro Lukas
