Gubernur Melki di SMA Katolik Syuradikara: “Syuradikara Barometer Pendidikan Flores, Harus Semakin Hebat.”
ENDE, klikinfopol.com. 9 September 2026 – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau langsung SMA Katolik Syuradikara Ende, Rabu (9/9/2026), menegaskan komitmen pemerintah memberikan dukungan merata bagi sekolah negeri maupun swasta. Kunjungan ini sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah kerusakan fasilitas akibat gempa bumi.
Setelah diguncang gempa, aktivitas pembelajaran masih berlangsung secara bertahap, sebagian di ruang kelas yang aman, sebagian di tenda darurat. Sekitar 40 siswa diketahui rumah keluarganya mengalami kerusakan berat. Ruang kurikulum, kapela, asrama, serta atap dan plafon sekolah mengalami retak dan bocor, diperparah cuaca hujan beberapa hari terakhir. Para siswa yang tinggal di asrama pun masih beristirahat di tenda.
Kepala Sekolah, Bruder Kristianus Riberu, SVD, menyambut hangat kedatangan Gubernur. “Kehadiran pemimpin datang kepada kami untuk menguatkan keluarga besar Syuradikara agar terus melangkah dan bangkit,” ucapnya penuh haru. Meski sulit, pembelajaran tetap berjalan, ujian tengah semester dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas XII tetap dilaksanakan.
Gubernur menyerahkan bantuan satu unit tenda 6×12 meter dari Human Initiative dan CSR PT Freeport Indonesia, lengkap dengan tas dan alat tulis bagi para siswa. Menanggapi kerusakan bangunan, Gubernur langsung memerintahkan Dinas PUPR-Pera untuk segera melakukan asesmen menyeluruh.
“Terkait kerusakan yang ada, nanti dibuat daftar lengkap. Pemerintah akan dukung perbaikannya,” tegas Gubernur.
Gubernur memuji kiprah SMA Katolik Syuradikara yang telah mengabdi 73 tahun dan melahirkan banyak tokoh pemimpin.
“Syuradikara adalah salah satu barometer pendidikan di Flores, bahkan di NTT. Karena itu, Syuradikara dituntut untuk semakin hebat lagi,” ujar Gubernur di hadapan para guru dan siswa.
Ia mengingatkan semangat besar yang lahir dari Ende, tempat Bung Karno merenungkan Pancasila, agar menjadi inspirasi bagi para siswa untuk berpikir lebih besar dan bekerja lebih keras.
Pihak sekolah menyampaikan dua aspirasi utama: kebutuhan tambahan guru ASN dan kemudahan akses pendidikan lanjut bagi siswa. Gubernur langsung merespons:
– Guru ASN: “Segera diproses. Paling lambat satu minggu.”
– Kuliah & Luar Negeri: Pemerintah punya tim khusus yang membantu masuk sekolah kedinasan, perguruan tinggi ternama, hingga beasiswa luar negeri.
Gubernur menegaskan: Pemerintah hadir untuk semua anak NTT, tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta. Di tengah masa sulit pascagempa, pemulihan pendidikan dan masa depan siswa tetap menjadi prioritas utama.
“Syuradikara harus terus bangkit, semakin hebat, dan terus melahirkan generasi terbaik untuk Flores, NTT, dan Indonesia,” pungkas Gubernur.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemerintah Provinsi NTT.
Penulis: Oan Wutun
Foto: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
