“Data Harus Sama, Penanganan Cepat.” Gubernur Melki di Manggarai: Validasi Data, Pastikan Semua Tersentuh Bantuan, Siap Menuju Rekonstruksi.

IMG_20260910_205711_841

RUTENG, klikinfopol.com. 10 September 2026 – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Rapat Percepatan Penanganan Gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Manggarai, Kamis (10/9/2026). Bersama Bupati Manggarai Heribertus Nabit, Forkopimda, dan perwakilan BNPB, Gubernur menekankan keseragaman data sebagai kunci utama, agar tidak ada perbedaan angka antara kabupaten, provinsi, maupun pusat, dan penanganan bisa berjalan cepat serta tepat sasaran.

“Datanya harus sama, termasuk jenis kerusakannya. Kita butuh validitas data yang sama antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. Ini penting supaya penanganannya bisa dipercepat dan tidak terjadi perbedaan data ketika masuk pada tahapan berikutnya.”

Gubernur menegaskan data bukan sekadar angka, melainkan dasar untuk pengajuan bantuan, penyusunan Rencana Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana (R3P), hingga pembangunan kembali Flores yang lebih aman dan tangguh. Bupati Manggarai melaporkan dampak gempa yang masih berat:

– 56 orang meninggal dunia, 29 luka berat

– 22.940 rumah rusak — 7.634 berat, 6.806 sedang, 8.500 ringan

– 12.563 orang mengungsi, termasuk 5.256 kelompok rentan (bayi, anak, ibu hamil, lansia)

– RSUD mengalami kerusakan berat — pelayanan pindah ke rumah sakit lapangan

– Penyakit terbanyak di pengungsian: ISPA & hipertensi.

“Tidak boleh lagi ada masyarakat yang sampai hari ini belum tersentuh sama sekali bantuan. Paling tidak untuk urusan makan dan minum, tenda, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya sudah harus diterima oleh seluruh warga terdampak.”

Gubernur memerintahkan pemerataan distribusi, di mana pun warga berada, tidak boleh ada yang tertinggal.

Direktur Rehabilitasi & Rekonstruksi BNPB, Mochamad Arief Hidayat, mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) agar warga tidak terlalu lama di tenda. Dana stimulan perbaikan rumah siap disalurkan:

– Rusak ringan: Rp15 juta

– Rusak sedang: Rp30 juta

– Rusak berat: Rp70 juta + pembangunan hunian tetap

“Data akan melalui uji publik dulu, lalu proses pencairan dipermudah dan dipercepat,” jelas Arief.

Pemulihan tidak hanya soal bangunan, tetapi juga mata pencaharian:

– Pertanian: Benih padi, jagung, hortikultura, perbaikan irigasi

– Kelautan: Sinkronisasi data nelayan terdampak

– UMKM: Relaksasi kredit & KUR keringanan bersama BI, OJK & perbankan

– Pajak Kendaraan Bermotor: 75% keringanan wilayah terdampak, 50% lainnya + pembebasan denda.

Gubernur menyampaikan pesan mendalam:

“Kita harus bersahabat dengan gempa. Berdamai dalam pengertian masyarakat bisa memahami mitigasi gempa, kemudian bisa kembali melakukan aktivitas normal. Yang kita dorong adalah bagaimana kehidupan masyarakat di berbagai sektor bisa dipulihkan dan kembali normal.”

Flores berada di wilayah rawan gempa, kesadaran dan kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. R3P tidak boleh sekadar dokumen, tetapi pijakan membangun Flores yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh.

Bupati Heri Nabit menyampaikan apresiasi mendalam: “Atas nama seluruh masyarakat Manggarai, terima kasih atas arahan, bantuan, dan dukungan dari Pemprov NTT sejak hari pertama gempa hingga saat ini.”

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Foto: Oan Wutun

Editor: Hiro Lukas