Bersama Membangun Ekonomi Kelurahan – Tim Undana Hadir di Faobata.
BAJAWA, klikinfopol.com. 29 September 2026 – Semangat warga Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, berkobar. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) hadir membawa pendampingan nyata: memetakan potensi, merapikan legalitas, dan menyusun rencana aksi agar usaha mikro warga dapat tumbuh kokoh dan berkelanjutan.
Kegiatan bertema “Kesiapan Usaha Mikro Berbasis Komunitas Melalui Pemetaan Produk, Legalitas Dasar dan Rencana Aksi Usaha” ini disambut antusiasme tinggi oleh warga setempat.
Tim yang dipimpin Made Ngurah Demi Andayani bersama anggota Umbu Tay W. Pariangu, I Putu Yoga Bumi Pradana, Nadia Sasmita Wijayanti, Nuraini Kusuma Andriyani, Maria Mega Putri Xavier, Intan Bubu, dan Indrika Amanda Junita Panggur, memulai langkah pertama: memetakan kekayaan produk unggulan warga. Dua kelompok utama menjadi fokus:
– UMKM Kopi Bubuk – hasil kebun warga yang aromanya sudah dikenal, siap dikemas lebih rapi dan menarik
– UMKM Kunyit & Jahe – rempah khas dataran tinggi Ngada yang kaya manfaat, siap diolah menjadi produk bernilai tambah
Narasumber Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana dan Lurah Faobata mendampingi warga dalam setiap tahapan, mulai dari pemahaman pentingnya izin dan legalitas hingga menyusun langkah kerja yang realistis.
Warga Bertanya: “Bagaimana Kami Percaya Diri Melangkah?”
Suasana diskusi berlangsung hidup dan tulus. Warga seperti Petrus Longa, Yohanes Loi, Bernandino Bani, Ibu Veronika, serta Petrus Leo Koe mengajukan hal yang paling mendasar:
“Kami ingin maju, kami ingin percaya diri menjual produk kami. Tapi bagaimana memulainya? Bagaimana agar usaha ini terjamin dan berkelanjutan? Kami berharap pemerintah kelurahan dan daerah mendukung kami dengan aturan yang jelas dan melindungi,” ungkap warga.
Tim Undana menjawab satu per satu:
– Pentingnya nama usaha, kemasan, dan izin yang sah
– Cara menyusun rencana sederhana: apa yang dijual, siapa pembelinya, berapa modal dan untungnya
– Pentingnya dukungan kebijakan agar warga tidak berjalan sendirian.
Kegiatan ini menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya mengajar di ruang kelas. Di Faobata, ilmu dipangku dan dibagikan langsung:
– Pemetaan produk & potensi pasar
– Pendampingan legalitas dasar usaha
– Penyusunan rencana aksi langkah demi langkah
– Dialog terbuka warga – kelurahan – akademisi.
Harapan warga tegas: dukungan regulasi dan pendampingan berkelanjutan agar kopi, kunyit, dan jahe Faobata tidak hanya menjadi produk dapur, melainkan menjadi sumber penghidupan yang layak dan bangga.(*)
Editor: Hiro Lukas
