Usai Libur Paskah, Gubernur Melki: Fokus Selesaikan PPPK, Perketat Fiskal, dan Siaga Hadapi El Nino

Screenshot_20260407-113538

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin apel perdana pasca libur panjang Hari Raya Paskah di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Selasa (7/4/2026).

Dalam arahannya, Melki menegaskan tiga prioritas utama yang harus segera ditangani oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu penyelesaian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penguatan fiskal daerah, serta kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.

Apresiasi Sukses Festival Paskah dan Ucapan Selamat

Melki memulai arahannya dengan mengucapkan Selamat Paskah dan rasa syukur karena seluruh ASN dapat kembali berkumpul untuk bekerja. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Festival Paskah Pemuda Sinode GMIT yang berjalan tertib dan mendapat perhatian khusus dari Wakil Presiden RI.

Kabar Gembira: Tidak Ada PPPK yang Dirumahkan

Menanggapi isu penataan PPPK, Gubernur Melki menyampaikan kabar baik. Pemerintah Pusat telah memberikan perhatian serius dan memberikan jaminan kepastian hukum.

“Kita bersyukur, Pak Wakil Presiden sudah menugaskan menteri terkait untuk mencari solusi. Komitmennya jelas: tidak ada PPPK yang akan dirumahkan,” tegasnya.

 

Kementerian PANRB, Kemendagri, dan Kemenkeu akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan solusi yang adil dan tepat bagi daerah.

Peringatan Keras soal Keuangan: “Tidak Main-Main, Siap Libatkan APH”

Dalam hal pengelolaan keuangan, Gubernur Melki bersuara keras. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meminimalisir kebocoran anggaran.

“Kondisi fiskal kita terbatas. Kali ini kami tidak main-main. Jika masih ada penyimpangan, kami tidak segan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH),” ujarnya tegas.

Setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Waspada El Nino: Antisipasi Krisis Air dan Gagal Panen

Tidak kalah penting, Gubernur mengingatkan ancaman perubahan iklim. Berdasarkan data BMKG, fenomena El Nino tahun ini diprediksi lebih ekstrem dan panjang, yang berdampak langsung pada NTT.

“Air akan semakin sulit, risiko gagal panen meningkat, dan mata pencaharian masyarakat terganggu. Ini harus kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Oleh karena itu, efisiensi anggaran sangat diperlukan untuk mempersiapkan dana siaga menghadapi potensi kondisi darurat.

Tutup Arahan

Melki meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk kembali bekerja dengan fokus, disiplin, dan penuh tanggung jawab demi pelayanan publik yang optimal dan kesejahteraan masyarakat NTT.

Sumber : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Penulis: Agustin Luju
Foto: Baldus – Nuel Here Wele
Video: Ady Hau
Editor : Hiro Lukas