Gubernur Melki Resmikan OSOP & Edu Farm SMAN 3 Kupang: Sekolah Bukan Hanya Belajar Nilai, Tapi Belajar Hidup.
KUPANG, klikinfopol.com. 11 September 2026 – Bukan sekadar menanam bibit, melainkan menanam harapan dan masa depan. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan produk OSOP (One School One Product) sekaligus melakukan penanaman perdana anakan hortikultura di lahan Edu Farm SMAN 3 Kupang, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 sekolah tersebut.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial menanam pohon. Ini adalah kegiatan menanam masa depan,” tegas Gubernur Melki di hadapan para guru, siswa, dan tamu undangan.
Gubernur menegaskan, OSOP menjadikan sekolah bukan hanya tempat mencatat dan menghafal, melainkan ruang tempat siswa belajar menghasilkan karya nyata, mulai dari menanam, merawat, memanen, mengolah, mengemas, hingga memasarkan produk dan menciptakan nilai ekonomi.
“Anak-anak tidak hanya belajar bagaimana tanaman tumbuh. Mereka belajar bagaimana sebuah produk lahir, dikembangkan, dan bermanfaat. Sekolah harus menjadi tempat di mana mereka tidak hanya belajar untuk mendapat nilai, tetapi juga belajar bagaimana kehidupan bekerja,” ujarnya.
Kepala SMAN 3 Kupang, Ishak Balbesi, menyampaikan tema HUT ke-53 tahun ini: “Dari SMANTIG Mengukir Karya, Menuju NTT Mandiri.” Dan bukan sekadar semboyan, sekolah ini bergerak nyata:
– ✅ Program SPS (SMANTIG Peduli Stunting) mendampingi 10 anak stunting bersama Puskesmas Oepoi sejak 2024
– ✅ Mengembangkan OCOP (One Class One Product), turunan OSOP, berupa olahan daun kelor, ubi, jagung manis, hingga kerajinan tangan yang dijual di bazar dan marketplace
– ✅ Pembinaan masuk perguruan tinggi, kedinasan, TNI/Polri, menjadikan SMAN 3 Kupang peraih kuota SNBP terbanyak se-NTT
– ✅ Optimalisasi aset sekolah untuk dukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah
“Kami berupaya mendorong berbagai program Pemprov NTT dengan tindakan nyata,” ucap Ishak.
Pada momen istimewa itu, diluncurkan sekaligus tiga terobosan pendidikan:
1. Aplikasi Kelasio SMANTIG — bantu proses belajar & bank soal
2. Marketplace OSOP — wadah jual karya siswa langsung ke masyarakat
3. Edu Farm / Agroedukasi SMANTIG — ruang praktik pertanian & kewirausahaan
Gubernur sangat mengapresiasi langkah ini. “Pendidikan yang baik memberi ruang bagi siswa untuk mengalami, mencoba, menghasilkan, dan berinovasi. Setiap anak di sini adalah benih masa depan, butuh kesempatan untuk tumbuh,” katanya.
Di akhir sambutan, Gubernur turut mengajak sejenak mendoakan masyarakat terdampak gempa di Flores, serta dua putra-putri NTT yang berpulang saat mengabdi di tanah Papua.
“Duka mereka adalah duka kita bersama. Semoga Tuhan memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya haru.
Langkah SMAN 3 Kupang ini menjadi teladan: sekolah bukan hanya tempat mencetak lulusan, melainkan tempat lahirnya generasi yang mandiri, berdaya, dan mampu membangun NTT dari bawah.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Charles Gunawan
Foto: Hosea Huru-Nuel Herewele
Editor: Hiro Lukas
