“Mereka Mengabdi, Bukan Berperang.” — Wagub Johni Asadoma Terima Jenazah Warga NTT Korban KKB, Kecam Keras Tindakan Biadab.

IMG_20260911_151618_803

KUPANG, klikinfopol.com. 11 September 2026 – Duka mendalam menyelimuti Nusa Tenggara Timur. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut langsung jenazah Willi Mbuik, warga asal Rote Ndao yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang Jumat siang menggunakan pesawat Citilink.

Diketahui total 3 orang gugur dalam peristiwa tersebut, 2 di antaranya warga NTT: Willi Mbuik (Rote Ndao) dan Alfonsius Mehan (Maumere).

Wagub Johni Asadoma didampingi Sekda Fransiskus Sales Sodo dan jajaran pimpinan perangkat daerah menerima jenazah dengan penghormatan. Jenazah kemudian diantar ke Pelabuhan Bolok untuk dipulangkan ke Rote Ndao menggunakan KMP Lakaan.

“Kami mengucapkan duka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban penembakan dari KKB. Kami sangat sedih dan kami sangat berduka,” ujar Wagub dengan suara bergetar.

Wagub mengecam tanpa syarat tindakan keji tersebut:

“Kami mengutuk keras tindakan biadab dari KKB terhadap warga NTT. Mereka ke sana untuk mengabdi, melayani masyarakat Papua dengan ketulusan, bukan untuk berperang. Kenapa harus dibunuh?”

Ia menegaskan: perjuangan apa pun tidak boleh mengorbankan warga sipil.

“Kalian boleh memperjuangkan apa yang diinginkan, tetapi jangan membunuh, jangan mengorbankan rakyat sipil, jangan rusak sekolah dan rumah sakit. Itu perbuatan tidak manusiawi!”

Wagub meminta KKB berhenti mengganggu warga sipil dan kembali ke pangkuan NKRI:

“Sadarlah. NKRI akan membangun Papua dan membawa kesejahteraan. Serahkan pelaku ke pengadilan, agar dihukum setimpal.”

Pemprov NTT berkoordinasi dengan Pemkab Rote Ndao untuk memastikan keluarga korban mendapat pelayanan penuh dari masa berkabung hingga pemakaman. Dukungan juga disiapkan bagi keluarga Alfonsius Mehan di Maumere.

Wagub mengimbau ribuan warga NTT yang tersebar di seluruh wilayah Papua untuk:

–  Meningkatkan kewaspadaan, hindari lokasi terisolasi/rawan

–  Selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan

–  Para ketua paguyuban aktif mengoordinasi dan melindungi warga

–  Saling bantu-membantu, perkuat komunikasi antar warga

–  Masyarakat Papua juga diminta turut melindungi warga pendatang yang mengabdi.

“Warga NTT datang untuk membangun, untuk melayani. Kami berharap saudara-saudara kami di Papua juga melindungi mereka,” pesan Wagub.

Selamat jalan Willi Mbuik dan Alfonsius Mehan. Pengabdian kalian tidak akan dilupakan.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Meldo Nailopo

Foto: Dio Ceunfin

Editor: Hiro Lukas