Garda TTU Soroti Penggunaan Kefa Air Antar Bantuan Gempa: Diduga Biaya Carter Lebih Besar dari Bantuan — Minta KPK & Kejaksaan Usut.
KEFAMENANU, klikinfopol.com. 9 September 2026 – Ketua Garda TTU, Paulus Modok, SE, secara tegas menyoroti tindakan Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Falentinus Kebo bersama Kapolres TTU dan Staf Khusus, yang menggunakan pesawat Kefa Air untuk mengantarkan bantuan dana bagi korban gempa Flores. Kepedulian terhadap korban bencana memang patut diapresiasi, namun cara penyaluran bantuan tersebut dinilai mengabaikan rasa keadilan publik dan mempertanyakan efisiensi anggaran negara.
Paulus Modok menilai penggunaan pesawat carteran dalam pengiriman bantuan tersebut perlu dipertanyakan dari sisi kepantasan dan efisiensi anggaran. Bahkan, ia menduga biaya pencarteran pesawat bisa lebih besar dibandingkan nilai bantuan yang dibawa untuk masyarakat terdampak di Flores.
“Apa yang ditampilkan Bupati TTU dan Ibu Kapolres TTU dalam momentum carter pesawat untuk menghantar bantuan dana ke Flores adalah sebuah bentuk pengkhianatan terhadap penderitaan rakyat TTU,” tegas Paulus Modok kepada media, Selasa (9/9/2026).
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tetap harus mempertimbangkan kepantasan, transparansi, serta rasa keadilan masyarakat. Penggunaan pesawat Kefa Air yang dikawal langsung oleh Kapolres TTU dan Staf Khusus Bupati justru menimbulkan pertanyaan publik mengenai urgensi dan manfaat nyata bagi masyarakat TTU.
Lebih lanjut, Ketua Garda TTU meminta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Tinggi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan pesawat Kefa Air serta pengelolaan anggaran yang berkaitan dengan keberadaan pesawat dan lapangan terbang Sasi.
“Kita minta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Tinggi dan KPK, untuk mengusut penggunaan pesawat Kefa Air di TTU karena diduga telah menghabiskan keuangan negara untuk sebuah ambisi Bupati TTU,” tuntutnya.
Ia juga mempertanyakan manfaat keberadaan Kefa Air dan lapangan terbang Sasi bagi masyarakat luas di TTU. Pemerintah daerah diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai anggaran yang telah digunakan serta manfaat konkret fasilitas tersebut bagi kepentingan publik.
Paulus Modok menekankan pentingnya transparansi agar penggunaan keuangan daerah tidak menimbulkan persepsi bahwa fasilitas maupun anggaran pemerintah hanya digunakan untuk kepentingan pribadi pejabat tertentu. Pemerintah daerah diharapkan segera mengklarifikasi secara terbuka biaya pencarteran pesawat, sumber anggaran yang digunakan, serta dasar dan tujuan penggunaan Kefa Air dalam pengiriman bantuan ke Flores.
“Dugaan mengenai penggunaan anggaran maupun besaran biaya pencarteran pesawat perlu diklarifikasi dan dibuktikan melalui pemeriksaan resmi oleh pihak yang berwenang,” pungkasnya.(*)
Editor: Hiro Lukas
