Rapat Evaluasi Tanggap Darurat: Gubernur Melki Tegaskan, Bantuan Harus Merata, Jangan Ada yang Tertinggal di Balik Akses Sulit.

IMG_20260831_221110_674

KUPANG, klikinfopol.com. 31 Agustus 2026. Lebih dari dua pekan berlalu sejak gempa dahsyat mengguncang Flores, tugas berat belum usai. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat koordinasi penuh bersama jajaran Forkopimda, Ketua DPRD NTT, Sekda, serta pimpinan instansi terkait di Makorem 161/Wirasakti Kupang, Senin sore. Di hadapan seluruh pemangku kepentingan, ia menuntut jaminan: tak satu pun pengungsi boleh terabaikan, sekaligus mulai membuka jalan agar kehidupan perlahan bangkit kembali.

Data terbaru BPBD per 30 Agustus 2026 menyajikan kenyataan pahit yang harus dihadapi bersama:

✅ 115 orang meninggal dunia, 1.780 orang luka-luka

✅ 172.050 jiwa terpaksa mengungsi

✅ 90.600 rumah rusak — 24.492 berat, 20.333 sedang, 43.773 ringan

✅ Ribuan fasilitas hancur: 2.274 satuan pendidikan, 661 pelayanan kesehatan, 542 rumah ibadah, hingga kerusakan sarana air bersih

Meski gempa susulan kini sudah tercatat 10.442 kali dan mulai menunjukkan tren penurunan, tantangan di daratan justru makin beragam.

Gubernur Melki menyoroti hal yang tak boleh ditunda lagi: munculnya korban meninggal bukan akibat gempa, melainkan kondisi pengungsian. Ini peringatan keras bagi semua pihak.

“Bantuan tidak boleh hanya menumpuk di titik yang mudah dijangkau. Yang paling sulit dicapai, justru yang harus didahulukan. Air bersih, sanitasi, pencegahan penyakit, semua ini nyawa bagi mereka yang berteduh di tenda.”

Ia minta pendataan diperbarui terus, distribusi disesuaikan kebutuhan nyata, dan antisipasi dini ancaman penyakit seperti ISPA, campak, serta batuk rejan yang mudah mewabah di pengungsian padat.

Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni mengingatkan: di balik tenda, ada kerentanan tersembunyi. Pendampingan jiwa, penyembuhan luka batin, serta perlindungan khusus perempuan dan anak-anak harus dijaga ketat, bebas dari segala bentuk kekerasan.

Gubernur pun mengingatkan: jangan biarkan masyarakat terlalu lama terkurung di tenda. Secepatnya dorong kegiatan ekonomi dan kehidupan perlahan kembali berjalan, sejauh kondisi aman memungkinkan. Bukan meninggalkan masa tanggap darurat, melainkan mulai membuka jalan pemulihan.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Foto: Dio Ceunfin

Editor: Hiro Lukas