Gubernur Melki: Gempa Flores Guncang Perekonomian NTT, Waspada Inflasi & Perlambatan Pertumbuhan, Ini Langkah Pemulihannya.
KUPANG, klikinfopol.com. 4 September 2026. Gempa Flores 15 Agustus lalu tidak hanya merusak bangunan dan infrastruktur, tetapi juga mengguncang fondasi perekonomian NTT. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perekonomian Daerah ke-VII sekaligus Focus Group Discussion bertajuk “Strategi Pemulihan Ekonomi Pascagempa Flores”, yang diselenggarakan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat (4/9/2026).
Gubernur Melki mengingatkan dua tantangan besar yang harus diantisipasi bersama:
“Gempa Flores tidak hanya meninggalkan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan guncangan nyata pada stabilitas ekonomi kita. Daratan Flores sendiri adalah salah satu roda penggerak utama perekonomian NTT, ketika jalur logistik terputus, lahan pertanian rusak, dan aktivitas pasar terganggu, dampaknya langsung terasa pada rantai pasok di seluruh wilayah NTT.”
Data Penting:
– Inflasi Agustus 2026: 2,59% (yoy), naik dari Juli 2,43% — masih dalam sasaran 2,5±1%, namun gangguan distribusi bisa memicu kenaikan harga lebih tinggi
– Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II: 5,01%
– Sektor Penopang Utama: Pertanian, Kehutanan & Perikanan — kontribusi 29,40%
– Proyeksi Awal 2026: 4,94%–5,54% — kini berisiko tertekan akibat bencana
“Apabila rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan baik, target pertumbuhan 4,9%–5,1% masih bisa dijaga. Tapi jika sektor produktif terus tertekan, angka itu bisa turun lebih dalam,” tegas Gubernur.
Pemerintah Provinsi NTT tidak bekerja sendiri. Gubernur mengajak Bank Indonesia, BPS, perbankan, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah kabupaten untuk merumuskan kebijakan taktis dan aplikatif:
1. Jaga Kelancaran Distribusi & Pasokan Pangan
– Pastikan jalur logistik, pasar, dan ketersediaan komoditas pangan tidak terganggu
– Cegah kelangkaan yang bisa memicu lonjakan harga dan menurunkan daya beli masyarakat
2. Relaksasi Kredit & Pemulihan Modal Usaha
– Koordinasi dengan lembaga keuangan untuk memberi penyesuaian kewajiban kredit bagi masyarakat dan pelaku usaha terdampak
– Siapkan bantuan pemulihan modal usaha mikro dan kebutuhan dasar
3. Pendataan Menyeluruh Kerusakan Ekonomi
– Inventarisasi kerusakan UMKM, pasar tradisional, dan sektor informal secara akurat dan cepat sebagai dasar intervensi
4. Hidupkan Kembali UMKM & Ekonomi Rakyat
– Pendampingan usaha, pelatihan keuangan pascabencana, dan pemasaran digital
– Akses modal ringan serta dukungan peralatan kerja bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil
Gubernur menekankan bahwa pemulihan bukan sekadar kembali ke keadaan semula, melainkan membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh dan resilien terhadap bencana:
“Kita harus mampu mengubah tantangan bencana ini menjadi momentum untuk membangun sistem ekonomi NTT yang lebih tangguh dan mampu beradaptasi terhadap risiko bencana di masa depan.”
Langkah jangka panjang yang direncanakan:
– Diversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada satu sektor
– Pengembangan keterampilan baru bagi masyarakat
– Penguatan perlindungan risiko usaha bagi pelaku ekonomi kecil
– Penerapan standar bangunan yang lebih aman dan tahan bencana.
Hadir dalam forum tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Fransiskus Sales Sodo, pimpinan perbankan, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perangkat daerah, dan insan pers. Semua elemen diharapkan bersatu demi satu tujuan: memulihkan ekonomi rakyat, menjaga stabilitas harga, dan memastikan pertumbuhan ekonomi NTT tetap berjalan di tengah masa sulit ini.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus memastikan forum ini menghasilkan rumusan yang konkret dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak,” tegas Gubernur Melki.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Baldus Sae
Foto: Dio Ceunfin – Tiwy
Editor: Hiro Lukas
