Wagub Johni Hadiri Wisuda STKIP Muhammadiyah Kalabahi: Gelar Bukan Akhir, Tapi Awal Menciptakan Masa Depan.

IMG_20260901_063519_823

ALOR, klikinfopol.com. 31 Agustus 2026. Semangat mendukung generasi muda lebih kuat daripada rasa lelah. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma tetap hadir menyambut 65 wisudawan dan wisudawati STKIP Muhammadiyah Kalabahi di Aula Hotel Symfoni, Senin. Padahal, ia baru saja selesai meninjau langsung wilayah terdampak gempa di Flores dan kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih. Kehadirannya menjadi pesan nyata: masa depan anak-anak daerah adalah prioritas yang tak boleh ditunda.

Di hadapan para lulusan beserta orang tua dan keluarga mereka, Wagub menyampaikan ucapan selamat sekaligus nasihat mendalam:

“Di balik keberhasilan hari ini, ada doa, keringat, dan pengorbanan orang tua kalian. Jangan pernah lupakan itu. Ingatlah: wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal tantangan yang sesungguhnya. Hari ini kalian jadi kebanggaan keluarga, besok jadilah kebanggaan masyarakat.”

Ia mengingatkan: gelar sarjana saja belum cukup menjanjikan masa depan. Dunia berubah sangat cepat. Kuasailah hal baru, teknologi informasi, komunikasi, kecerdasan buatan, hingga bahasa Inggris. Jangan hanya pandai mencari pekerjaan, mulailah berani menciptakan pekerjaan, sekalipun dimulai dari hal-hal kecil.

Alor kaya raya: tanahnya subur, lautnya luas, pemandangannya indah, dan budayanya luhur. Wagub mengajak para sarjana membawa pengalaman dan ilmu ke mana pun pergi, namun pada akhirnya pulanglah untuk menanamnya di tanah kelahiran.

Ia menegaskan semangat pembangunan yang tak boleh hilang:

“Alor Damai, Alor Sehat, Alor Baru — dengan makna mendalam: ALAMNYA LESTARI, ORANGNYA RAMAH.”

Kekayaan alam adalah warisan abadi, keramahan orang Alor adalah kekuatan sosial yang tak ternilai. Jangan bangun kemajuan dengan merusak akar diri sendiri. Jadilah generasi yang membangun tanpa melupakan jati diri.

Sebagai penutup, Wagub berpesan dengan tegas:

“Jangan takut bermimpi. Jangan takut memulai. Dan jangan takut gagal. Alor dan NTT butuh kalian, bukan sekadar pemegang gelar, melainkan pencipta perubahan.”

Hadir pula mendampingi Sekda Alor Melky Belly, pimpinan LLDIKTI XV, pimpinan STKIP Muhammadiyah, jajaran Forkopimda, serta seluruh keluarga besar civitas akademika yang turut menyaksikan momen bersejarah ini.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: RingLing Lantakai

Editor: Hiro Lukas