243 Pemuda dari 28 Klasis Berkumpul di Alor – Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Resmi Dibuka.
ALOR, klikinfopol.com. 12 Oktober 2026 – Malam yang penuh semangat menyelimuti Gereja Seydon, Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma hadir membuka secara resmi Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Tahun 2026 yang berlangsung 12–17 Oktober 2026, dengan tema “Dare To Be a Leader” – Bertumbuh, Berbuah dan Berdampak. Kegiatan ini diikuti 243 peserta dari 28 Klasis se-Sinode GMIT.
Dalam sambutannya, Wagub Johni memberikan apresiasi tinggi kepada pemuda GMIT yang mampu menyelenggarakan kegiatan besar ini di tengah keterbatasan.
“Pemuda GMIT adalah generasi yang memiliki energi besar dan pemikiran brilian. Tugas kita adalah bagaimana bertumbuh, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan berbuah dengan menghasilkan sesuatu yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Beliau mengingatkan tantangan zaman – mulai dari ketidakpastian global hingga dampak perubahan iklim – menuntut pemuda tidak hanya bersikap pasif, tetapi kreatif, bekerja sama, dan berani menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja sendiri.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus tampil, berinovasi, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadi pencipta pekerjaan,” tegasnya.
Di akhir sambutan yang disambut antusias peserta, Wagub Johni menyampaikan pesan yang hangat sekaligus mendukung ekonomi lokal:
“Kalau Pak Wakil Bupati berpesan agar membawa pulang kesan yang baik, kalau saya: belilah semua produk UMKM yang dipamerkan di sini untuk dibawa pulang.”
Beliau berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, mengasah kepemimpinan, serta menghadirkan dampak nyata bagi gereja dan masyarakat NTT.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th., dalam pesan “Suara Gembala” menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa.
“Kita boleh berasal dari klasis masing-masing, tetapi ketika datang ke tempat ini, kita adalah pemuda GMIT.”
Pdt. Samuel mengajak peserta memperluas lingkaran persaudaraan, berbagi pengalaman pelayanan, dan membangun relasi baru agar kebersamaan ini tidak berakhir saat acara selesai.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Pekan Raya Pemuda adalah ruang emas bagi generasi muda untuk saling mengenal, mempererat persaudaraan, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, dan daerah.
Selama enam hari ke depan, 243 peserta dari 28 klasis akan mengikuti berbagai kegiatan:
✅ Penguatan iman pemuda
✅ Berbagi pengalaman pelayanan
✅ Konsolidasi iman
✅ Mempererat persaudaraan dan kapasitas kepemimpinan
Hadir dalam pembukaan tersebut unsur Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi NTT Astria Blandina Gaidaka, Rektor Universitas Tribuana, jajaran Pemkab Alor, Camat Alor Barat Laut, para pendeta, dan ratusan peserta pemuda.(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Librik Abineno
Foto: Dio Ceunfin
Editor: Hiro Lukas
