Wagub Johni Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sumba Barat Daya: Hadir Bukan Hanya dengan Bantuan, Tapi Juga Harapan.

IMG_20261016_052859_786

SBD, klikinfopol.com. 15 Oktober 2026 – Setelah mengguncang wilayah Kodi Bangedo pada 4 Oktober lalu, gempa bumi masih menyisakan cerita di Sumba Barat Daya. Kamis sore ini, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma hadir langsung di tengah warga Desa Mere Kehe dan Desa Waikadada – dua wilayah yang paling merasakan dampak guncangan – membawa pesan ketabahan dan kepedulian nyata dari Pemerintah Provinsi NTT.

Ditemani Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, Wagub Johni menyerahkan bantuan secara simbolis sekaligus menyapa dan menguatkan warga. Total bantuan yang disalurkan berupa 3,8 ton beras, 50 tandon air, dan 100 unit tenda – kebutuhan paling mendesak saat ini.

“Tentu kita bersyukur, tidak ada korban jiwa. Yang lainnya luka-luka ringan dan sudah tertangani,” ujar Wagub Johni di hadapan warga.

Keberadaannya bukan sekadar menyerahkan bantuan. Ia berkeliling, menyapa, mendengarkan, dan mengajak warga untuk tidak kehilangan harapan.

“Pemerintah tidak boleh hanya hadir melalui bantuan, tetapi juga harus hadir untuk mendengarkan, menguatkan, dan memberikan harapan kepada masyarakat. Kami ingin warga terdampak mengetahui bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini.”

Sebagai latar, gempa berkekuatan M5,9 mengguncang pantai barat daya Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026. Tidak berpotensi tsunami, namun guncangan terasa kuat – skala VI MMI di wilayah Kodi. Hingga 13 Oktober, BMKG mencatat 682 aktivitas gempa susulan, termasuk gempa M4,6 yang kembali mengguncang wilayah tersebut pada Selasa siang.

Dampak yang tercatat hingga 14 Oktober pukul 18.00 WITA:

✅ 496 KK terdampak di 19 kecamatan se-4 kabupaten di Pulau Sumba

✅ 7 rumah rusak berat, 34 rusak sedang, 455 rusak ringan

✅ 2 orang luka-luka

✅ Fasilitas terdampak: 12 puskesmas/klinik, 24 rumah ibadah, 43 sekolah, 21 kantor

✅ Status darurat bencana berlaku 5–18 Oktober 2026.

Sambil menenangkan warga agar tidak panik jika gempa susulan datang, Wagub Johni menyampaikan pesan yang mendalam – pengalaman ini harus menjadi pelajaran berharga:

“Ke depannya rumah-rumah harus dibangun dengan konstruksi sesuai standar keselamatan. Jangan asal-asalan. Pilar dan kolom harus kuat. Pengalaman gempa di Flores dan Sumba adalah pengingat: rumah kita harus menjadi tempat berlindung, bukan sumber bahaya.”

Pemerintah juga diminta mempercepat pendataan kerusakan agar bantuan bisa tepat sasaran. BPBD diminta memperkuat koordinasi dengan BMKG guna memantau aktivitas gempa dan memastikan informasi yang diterima warga akurat dan terpercaya.

Sementara itu, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menambahkan: pendataan tingkat kerusakan rumah masih berlangsung oleh tim teknis. Bantuan akan disalurkan sesuai kebutuhan, dan pemerintah telah menyiapkan logistik serta anggaran penanganan darurat.

Kunjungan Wagub Johni ke Sumba Barat Daya adalah bukti bahwa di tengah guncangan alam, kehadiran negara di tengah masyarakat sama pentingnya dengan beras dan tenda. Bahwa warga tidak sendirian – dari desa-desa di Kodi hingga Kupang, kita semua berdiri bersama.

Tetap tenang, tetap waspada, dan mari membangun kembali – dengan lebih kuat, lebih aman, dan lebih siap.(*)

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis: Alexander L. Raditia

Foto: Riky Nengga, Ika, Vira

Editor: Hiro Lukas