Wagub Johni: Kepala Sekolah Bukan Sekadar Pengelola, Tapi Penggerak Transformasi Pendidikan.

IMG_20261012_061038_448

Kupang, klikinfopol.com. 11 Oktober 2026 – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menutup resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap I Tahun 2026, yang berlangsung 3–12 Oktober 2026. Kepada 157 peserta yang telah menyelesaikan rangkaian kegiatan, Wagub menyampaikan pesan mendalam: dunia pendidikan butuh pemimpin yang melayani, berani berinovasi, dan tidak takut berubah.

Wagub Johni menegaskan, masa depan pendidikan di NTT berada di tangan para kepala sekolah. Karena itu, mereka tidak boleh sekadar menjadi pengelola administrasi sekolah.

“Jangan menjadi kepala sekolah yang biasa-biasa saja. Jadilah pemimpin yang adaptif, berani mengambil risiko, inovatif, dan memiliki komitmen kuat untuk melayani. Jadilah penggerak utama perubahan, bukan sekadar penjalin aturan.”

Beliau mengajak para calon pemimpin sekolah untuk mempraktikkan kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Jabatan bukanlah simbol status, melainkan sarana untuk memberi manfaat bagi guru, siswa, dan masyarakat.

“Kalau orientasinya melayani, pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan karena kita hadir untuk memberikan manfaat bagi orang lain.”

Wagub menjelaskan bahwa menjadi pemimpin yang adaptif bukan berarti mudah kehilangan arah. Justru sebaliknya – kepala sekolah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan prinsip dan visi pendidikan.

“Sekolah harus menjadi ruang pembelajaran yang mindful, joyful, dan meaningful bagi seluruh warga sekolah.”

Melalui kepemimpinan yang kuat, sekolah diharapkan tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, budaya positif, serta mendorong setiap warga sekolah untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

Selama sepuluh hari, 157 peserta dibekali kompetensi manajerial, kepribadian, sosial, supervisi akademik, kunjungan praktik ke sekolah-sekolah unggulan, hingga penyusunan proyek kepemimpinan transformatif.

Salah satu perwakilan peserta menyampaikan rasa syukur:

“Kami belajar mulai dari olahraga pagi hingga diskusi malam. Kami menyadari bahwa tata kelola sekolah yang baik adalah solusi yang harus kami ajarkan dan teladani. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT – kami siap berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di daerah kami.”

Di akhir amanatnya, Wagub Johni mengingatkan para calon kepala sekolah untuk tidak berhenti pada teori semata.

“Jadilah pemimpin yang adaptif, inovatif, dan melayani. Gerakkan guru dan siswa untuk tumbuh bersama. Tinggalkanlah jejak yang baik dan kesan yang berarti selama Saudara dipercaya memimpin.”

 

Siaran Pers: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Charles Gunawan

Foto: Dio Ceunfin

Editor: Hiro Lukas