Wagub Johni di Unhan Belu: “Hukum Adalah Panglima, Kekuasaan Tanpa Batas Akan Menghancurkan Diri Sendiri”  

IMG_20260702_213401_974

BELU, 2 Juli 2026 – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengisi Kuliah Umum bertajuk “Menjaga Supremasi Hukum di Tengah Dinamika Sosial Politik Kekuasaan” di Aula Kampus Politeknik Ben Mboi Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Kabupaten Belu. Materi mendalam ini disampaikan kepada 355 kadet mahasiswa calon pemimpin masa depan bangsa.

Sebelum masuk materi, tayangan dokumenter menelusuri jejak hidup Wagub Johni: dari anak pensiunan TNI yang hidup sederhana, atlet berprestasi, pengabdi di kepolisian, hingga meraih gelar doktor dan menjabat Wakil Gubernur.

“Kami hidup cukup dalam kesederhanaan. Justru itulah yang membakar semangat. Dunia saat ini sangat kompetitif, tak ada tempat bagi yang malas atau betah di zona nyaman,” ujarnya memotivasi. Ia menegaskan kadet yang dibiayai negara harus menjadi yang terbaik di bidangnya, tak boleh kalah bersaing dengan kampus umum.

Dalam paparan intinya, Wagub menegaskan bahwa peradaban berdiri kokoh di atas hukum.

“Sejak lahir hingga akhir hayat, kita diatur oleh hukum. Tanpa penegakan hukum yang teguh, negara akan jatuh ke dalam kekacauan,” tegasnya. Ia mengutip kasus pembatalan kebijakan Presiden AS oleh Mahkamah Agung sebagai bukti: tak ada kekuasaan yang berada di atas hukum.

Mengutip filsuf Plato hingga pakar hukum Stahl dan Dicey, serta peringatan Lord Acton: “Kekuasaan cenderung korup, kekuasaan mutlak pasti korup mutlak”. Korupsi bukan hanya soal uang, tapi juga kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan wewenang.

Wagub Johni menyoroti empat ancaman utama supremasi hukum saat ini:

1. Teknologi yang bisa memanipulasi opini publik

2. Kuatnya kepentingan kelompok dan oligarki

3. Rendahnya kesadaran hukum masyarakat

4. Campur tangan politik terhadap lembaga hukum

Ia mengajak para kadet menjadi tameng pengawal hukum, agen perubahan, dan menjadikan kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan NTT.

Di akhir sesi, Wagub berbagi rahasia keberhasilan: bangun karakter disiplin, letakkan Tuhan di urutan utama, hormati orang tua, jaga kesehatan fisik, dan banyaklah membaca.

“Cari keunggulan diri yang unik, kemampuan yang tidak dimiliki orang lain. Dan ingat: Konstitusi adalah hukum tertinggi, melanggarnya berarti membuka jalan kehancuran bangsa,” pesannya.

Wakil Dekan I FVLM Unhan RI Hikmat Zakky Almubaroq menyambut baik momen ini sebagai langkah memperkuat sinergi strategis antara Pemprov NTT dan Unhan RI demi mencetak SDM unggul di perbatasan.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Mario Lawi

Foto-Video: Riky Nengga

Editor: Hiro Lukas