Terjaga: Jangan Biarkan Pelita Kita Kehabisan Minyak.

IMG_20261107_222110_793

Oleh: Pater Steph Tupen witin, SVD.

 

Klikinfopol.com. Perumpamaan sepuluh gadis dalam Matius 25:1‑13 bukan sekadar kisah masa lalu dari budaya pernikahan Yahudi, melainkan seruan yang tajam untuk hidup dalam kesiapan setiap hari.

Kisah ini menggambarkan bagaimana lima gadis bijaksana menyiapkan cadangan minyak sejak awal, sementara lima gadis lainnya hanya membawa pelita tanpa persediaan tambahan. Ketika mempelai datang lebih lambat dari yang diharapkan, pelita gadis‑gadis bodoh meredup dan mereka terlambat masuk ke perjamuan.

Minyak dalam perumpamaan ini melambangkan kesiapan rohani yang tidak bisa disiapkan secara mendadak. Kita mengisinya perlahan‑lahan melalui pilihan‑pilihan kecil sehari‑hari: memilih mengampuni daripada menyimpan dendam, berlaku jujur meskipun sulit, melayani tanpa mengharap pujian, serta merawat hubungan dengan Tuhan lewat doa dan pertobatan. Gelar, kekayaan, reputasi, bahkan kesibukan pelayanan tidak bisa menggantikan cadangan minyak tersebut.

Kita tidak tahu kapan waktu penantian berakhir, tetapi kita selalu punya kuasa untuk menentukan apa yang kita isi hari ini. Seruan utamanya adalah sikap “terjaga”: tidak menunda kasih, pengampunan, pertobatan dan kebaikan sampai kesempatan berlalu.

Pertanyaan yang mengajak kita merenung: apa yang sedang kita isi setiap hari, agar pelita kita tetap menyala ketika penantian terasa panjang?(*)

Editor: Hiro Lukas