Sinergi Pusat-Daerah Matangkan Persiapan PON 2028 dan PESONAS II: Wujudkan Lima Sukes Besar untuk NTT.

IMG_20260730_155053_724

KUPANG, 30 Juli 2026 – Amanah besar menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 dan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 terus dimatangkan secara terpadu. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memimpin Rapat Koordinasi bersama jajaran Kemenko PMK, Kemenpora, Special Olympics Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (30/7).

Wagub Johni menyambut baik dukungan nyata pemerintah pusat yang hadir langsung untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis. “Kepercayaan ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar. PON dan PESONAS bukan sekadar ajang bertanding, melainkan momentum mempercepat pembangunan SDM, memperkokoh persatuan, dan menggerakkan roda ekonomi serta pariwisata daerah,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi berkomitmen penuh mewujudkan Lima Sukses Besar: sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama erat antara pemerintah pusat, daerah, KONI, NPC, Special Olympics Indonesia, dan seluruh elemen masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Prof. Warsito, menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat mengawal seluruh tahapan persiapan—mulai dari kesiapan infrastruktur, pembinaan atlet, hingga dukungan lintas sektor. Khusus untuk PESONAS, pemerintah pusat berkomitmen mendukung gerakan olahraga inklusif yang memberi ruang setara bagi atlet penyandang disabilitas intelektual untuk berprestasi hingga kancah internasional.

Pemerintah pusat juga mengingatkan pentingnya tata kelola transparan, perencanaan matang, serta pemanfaatan aset pasca-acara agar ajang ini tidak hanya sukses saat berlangsung, tetapi meninggalkan warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi NTT.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT Alfons Theodorus melaporkan berbagai langkah telah dijalankan: mulai dari penguatan regulasi, pembentukan Satgas PON, hingga penetapan peta pembinaan olahraga daerah. Penyelenggaraan nanti akan melibatkan berbagai kabupaten/kota dengan pembagian cabang olahraga yang disesuaikan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah. Kebutuhan tempat pertandingan, akomodasi, transportasi, hingga dukungan kesehatan pun telah dipetakan secara menyeluruh.

“Kami ingin menghadirkan penyelenggaraan yang profesional, berkelas, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat NTT,” ujar Alfons.

Bersama semangat gotong royong, NTT siap membuktikan diri menyelenggarakan ajang olahraga nasional yang meriah, berkelas, dan mengangkat harkat martabat bangsa.

 

Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis/Foto : Meldo Nailopo

Editor : Hiro Lukas