Realisasi Masih 20%, Gubernur Melki Pasang Target 75% – Flores Bangkit Kerja Lebih Keras.
ENDE, klikinfopol.com. 22 September 2026 – Di tengah luka pascabencana gempa, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena tidak memberi ruang untuk menyerah. Memimpin rapat bersama seluruh Kepala UPTD Samsat se-Daratan Flores di Ende, Selasa (22/9/2026), ia menegaskan: penerimaan pajak tidak boleh berhenti, justru harus dikejar lebih keras – demi pemulihan Flores.
Berdasarkan laporan di lapangan, sebagian besar wilayah saat ini baru mencapai kisaran 20 persen dari target. Di Nagekeo, misalnya, realisasi tercatat Rp 4,5 miliar dari Rp 22,8 miliar atau 19,77 persen – dan gedung kantornya pun rusak berat akibat gempa.
Namun Gubernur Melki menolak menerima angka rata-rata 50 persen yang selama ini dianggap lumrah.
“Saya paham situasinya berat. Tapi kalau targetnya cuma 50 persen, itu tidak usah usaha – karena dari tahun ke tahun rata-rata segitu. Kita harus patok 75 persen sebagai arah kerja bersama. Seluruh pikiran, energi, dan tenaga kita terarah ke sana. Daerah ini butuh anggaran untuk pemulihan dan pembangunan,” tegasnya.
Gedung rusak, psikologis warga sedang pulih, akses terbatas – bukan alasan berhenti. Di mana kantor tak bisa dipakai, pelayanan dipindah ke posko darurat dan Samsat Keliling. Nagekeo telah menjangkau 6 dari 7 kecamatan. Di Manggarai Timur, penagihan dilakukan dengan hati-hati sekaligus bergerak aktif memanfaatkan amnesti pajak agar warga tak terbebani.
Bahkan muncul inovasi baru: layanan jemput-antar via WhatsApp & QRIS. Wajib pajak cukup kirim foto STNK, petugas cek besaran pajak, pembayaran lewat QRIS, dan notice diantar ke rumah. Tanpa antre, tanpa jauh-jauh ke kantor.
Gubernur memberi arahan yang tak bisa ditawar: setiap UPTD wajib menerapkan rapat pagi sebelum turun kerja, evaluasi sore setelah pulang.
“Tiap hari tahu di mana titik lemahnya. Siapa yang belum kejar, wilayah mana yang belum terjangkau. Atur pasukan dengan baik, cari cara baru – bukan alasan baru,” instruksinya.
Penerimaan bukan urusan Samsat saja. Gubernur meminta kolaborasi diperkuat: dengan kepolisian, pemerintah kabupaten, hingga kepala desa dan lurah. Jika butuh dukungan kebijakan atau regulasi, sampaikan – agar bisa diputuskan bersama.
Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere menyambut langkah ini. 255 desa dan 23 kelurahan di Ende siap terlibat langsung – memetakan wajib pajak hingga ke pelosok.
“Masyarakat ada di wilayah kami. Kami pastikan jajaran di tingkat desa ikut mengawal target ini,” ujarnya.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Yohanes Abrianto Kore juga menegaskan pentingnya pembagian peran: ada bagian hasil pajak yang menjadi hak kabupaten, sehingga operasional penertiban pun harus ditanggung bersama.
Angka 75 persen bukan sekadar angka – itu adalah kemampuan NTT membangun kembali dari keterpurukan. Setiap rupiah pajak yang masuk adalah bahan bangunan, obat, sekolah, dan jalan bagi saudara-saudara yang masih berjuang bangkit.
“Flores tidak akan menunggu bantuan semata. Kita bergerak, kita kerjakan, kita wujudkan – dari rumah masing-masing, dari desa masing-masing,” pesan Gubernur menutup rapat.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Agustin Luju
Foto: Nuel
Editor: Hiro Lukas
