Pulihkan Urat Nadi yang Putus: BNPB Komitmen Bangun Jembatan Permanen dan Penuhi Kebutuhan Air NTT.

IMG_20260714_192558_774

JAKARTA – Upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTT menyambung harapan masyarakat terdampak bencana membuahkan hasil nyata. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengamankan dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dalam pertemuan dengan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Kami datang bukan sekadar menyampaikan proposal, tapi memastikan kebutuhan masyarakat NTT terus mendapat perhatian pemerintah pusat,” tegas Wagub Johni.

Wagub Johni menyampaikan gambaran nyata hasil kunjungannya langsung ke lapangan, terutama di Alor dan Kupang. Bertahun-tahun setelah Siklon Tropis Seroja melanda, sejumlah jembatan vital masih rusak berat dan belum berfungsi maksimal.

“Jembatan itu adalah urat nadi kehidupan. Jika putus, terputuslah akses warga berobat, anak sekolah, hingga petani menjual hasil panen. Saat musim hujan tiba, aktivitas masyarakat seolah lumpuh,” ungkapnya.

Merespons hal tersebut, BNPB berkomitmen membangun jembatan permanen senilai Rp14,6 miliar, yang pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama TNI Angkatan Darat agar selesai lebih cepat.

Selain pemulihan infrastruktur, kebutuhan air bersih di wilayah rawan kekeringan juga mendapat perhatian khusus. BNPB akan membantu pembangunan sumur bor melalui survei geolistrik guna menemukan titik sumber air terbaik. Jika kondisi geologi sulit, akan dibangun jaringan perpipaan pengganti.

Tak hanya itu, dukungan lain yang disalurkan meliputi:

✅ Mobil tangki air

✅ Perahu bermotor untuk wilayah kepulauan

✅ Kendaraan operasional penanggulangan bencana

✅ Logistik darurat seperti tenda keluarga dan perlengkapan lainnya

“NTT bukan daerah yang jauh bagi kami, tetapi sangat dekat. Kami paham tantangan saudara di sana dan akan terus mendukung,” ujar Kepala BNPB Suharyanto. Ia juga berjanji akan membantu mengkoordinasikan kebutuhan lain yang berada di luar kewenangan BNPB dengan kementerian terkait.

Wagub Johni menegaskan dukungan ini sangat berarti mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah. “APBD NTT sekitar Rp1,3 triliun masih jauh dari cukup untuk menutup seluruh kebutuhan pembangunan. Karena itu sinergi dengan pemerintah pusat adalah keharusan,” tambahnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak, serta jajaran perangkat daerah Kabupaten Alor.

Komitmen ini menjadi harapan baru bagi masyarakat NTT: akses yang kembali terbuka, air bersih yang terjamin, dan kesiapan yang lebih baik menghadapi tantangan alam ke depan.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: RingLing Lantaka

Foto: Frysa

Editor: Hiro Lukas