Peringkat 36 Secara Nasional, Gubernur Melki: Jam Belajar Adalah Panggilan Bersama Perbaiki Pendidikan NTT.
BOAWAE, 4 Juli 2026 – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambangi SMAK St. Clemens Boawae untuk menyosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat kepada pendidik dan pelajar se-Kabupaten Ngada serta Nagekeo. Hadir dalam kesempatan ini Bupati Nagekeo Simplisius Donatus beserta jajaran pengawas, kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa.
Gubernur mengungkapkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menempatkan NTT di urutan ke-36 dari 38 provinsi atau tiga terbawah secara nasional.
“Ini bukan vonis, tapi alarm keras bagi kita semua. Ada anak yang berprestasi, tapi kondisi umum masih butuh perbaikan serius. Anak yang belum berkembang bukan salah mereka, itu tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Kebijakan Jam Belajar lahir dari kesadaran ini: pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Keluarga dan masyarakat wajib ikut berperan.
Melalui Pergub 24/2026, setiap hari pukul 18.00–19.30 WITA ditetapkan sebagai waktu khusus belajar. Selama durasi ini, kegiatan yang tidak mendesak—baik pemerintahan, kemasyarakatan, maupun adat—diharapkan menyesuaikan agar anak-anak memiliki ruang tenang, dan orang tua bisa mendampingi mereka membaca, menulis, serta berhitung.
“Kita tidak sekadar ingin anak lulus jenjang sekolah, tapi benar-benar menguasai ilmu, berkarakter kuat, dan berjiwa wirausaha. Kelak mereka harus mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan,” jelas Gubernur.
Dalam dialog interaktif, siswa mengakui kemampuan membaca sudah cukup baik, namun kemampuan menulis dan memahami materi masih perlu ditingkatkan. Mereka juga menyoroti tantangan gawai yang berlebihan serta harapan agar metode belajar lebih menarik dan melatih berpikir kritis.
Gubernur menyambut baik kejujuran ini sebagai bahan evaluasi berharga. Gerakan ini diharapkan bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan kesepakatan seluruh elemen—pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh adat dan agama—untuk melahirkan generasi NTT yang unggul dan berdaya saing.
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menambahkan: “Pendidikan adalah aset paling berharga. Mari kita bergerak bersama mewujudkannya.”
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Oan Wutun
Foto-Video: Nuel Here Wele
Editor: Hiro Lukas
