NTT Bangun Fondasi Kuat: Ketangguhan Hadapi Bencana,Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan.

IMG_20260618_143705_279

Kupang, 18 Juni 2026

NTT dikenal sebagai surga dengan pemandangan indah, budaya kaya, dan masyarakat yang tangguh. Namun di balik keindahan itu, tersimpan tantangan besar: provinsi ini masuk wilayah dengan risiko bencana tertinggi di Indonesia. Mulai dari kekeringan panjang, gagal panen, banjir, longsor, hingga gempa bumi dan cuaca ekstrem — semuanya menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga.

Namun tantangan itu kini dijawab dengan langkah nyata. Gubernur Emanuel Melki Laka Lena menegaskan satu hal penting saat membuka evaluasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) di Hotel Harper Kupang:

“Membangun ketangguhan menghadapi bencana bukan sekadar mencegah kerusakan — ini adalah membangun ketahanan pangan, air, ekonomi keluarga, serta masa depan seluruh warga NTT. Tanpa kesiapan yang matang, pembangunan yang kita bangun bisa terancam hilang seketika.”

Program ini bukan omongan kosong. Sejak Agustus 2025, 10 kecamatan percontohan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dijalankan dengan dukungan penuh Program SIAP SIAGA. Hasilnya luar biasa: semuanya berhasil meraih predikat KENCANA Pratama dan menerima penghargaan resmi dari Kementerian Dalam Negeri!

Kini keberhasilan itu diperluas — mulai April 2026 diterapkan di 3 kecamatan tambahan di Manggarai Barat, agar semakin banyak daerah siap melindungi warganya.

Tiga Kunci Utama Gubernur Melki:

1. Jadikan gotong royong sebagai kekuatan utama, bukan tanggung jawab pemerintah saja
2. Gunakan kecamatan yang sudah sukses sebagai contoh dan tempat belajar bagi daerah lain
3. Masukkan prinsip siap bencana ke dalam setiap rencana pembangunan — agar hasilnya kuat, aman, dan bertahan lama

Dengan semangat bersama, NTT tidak hanya berusaha mengatasi bencana, tapi bangkit menjadi daerah yang makin tangguh, makin sejahtera, dan makin siap melaju ke masa depan.

Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

‎Penulis – Foto : Charles Gunawan
‎Video : Meldo Nailopo
Editor : Hiro Lukas